Ekbis  

Semester 1/2020, CSR Bukukan Pendapatan Penjualan sebesar Rp273,33 Miliar

KJ, Jakarta – Sepanjang semester pertama tahun 2020, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (Kode Saham: CSRA) telah membukukan pendapatan penjualan sebesar Rp273,33 miliar.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis PT Cisadane Sawit Raya TBK (CSR), Seman Sendjaja mengatakan, sepanjang semester pertama 2020, Perseroan berhasil membukukan pendapatan penjualan sebesar Rp273,33miliar, yang mencerminkan pertumbuhan double digit pada penjualan dibandingkan dengan angka 1H19.

“Hasil positif terutama berasal dari harga jual rata-rata yang lebih tinggi di 1H20 berdasarkan perbandingan year on year.”ujarnya saat jumpa pers virtual CSR disela Pubex Live 2020 yang digelar BEI, Selasa (25/08/20).

Ia menjelaskan, laba kotor 1H20 Perseroan juga menguat menjadi Rp109,48miliar, yang tumbuh sekitar 67,34% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada marjin bruto yang meningkat sekitar 10ppts YoY menjadi 40,05% di 1H20.

Pencapaian ini juga, jelas Seman Sendjaja, tercermin pada laba bersih 1H20 untuk periode ini yang melonjak lebih dari sembilan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp43,04miliar.

Hal ini, menghasilkan penguatan marjin bersih sebesar 14ppts menjadi 15,75% dibandingkan 1,81% yang tercatat di 1H19.

“Secara keseluruhan, prestasi yang positif ini mencerminkan strategi inovatif perseroan dalam mengembangkan bisnisnya, serta manajemen biaya strategis untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.”terang Seman Sendjaja.

Ia menerangkan, dari sisi operasional, Perseroan terus mempertahankan pengembangan berkelanjutan untuk mencapai produktivitas yang solid dan keunggulan bisnisnya. Produksi TBS internal tumbuh sebesar 7,2% YoY di 1H20.

Meskipun produksi berada di bawah target yang ditetapkan karena gangguan cuaca pada periode ini, papar Seman, perseroan melihat produksi secara jangka panjang akan terus bertumbuh mengingat profil usia perkebunan, mayoritas berada pada usia produksi prima yaitu di bawah 18 tahun.

Perseroan, kata Semand Sendjaja, juga tetap mempertahankan fokus utama untuk meningkatkan tingkat produktivitas dan efisiensi operasional. Hal ini tercerminkan pada yield produksi TBS di 1H20 yang berada pada kisaran 8,9 ton/ha, lebih tinggi dari level 8,6 ton/ha di 1H19.

Perseroan akan terus berfokus untuk meningkatkan praktik operasionalnya untuk mendorong kinerja operasionalnya.

“Strategi-strategi ini diharapkan akan memberikan pijakan yang lebih kokoh, untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang bisnis Perseroan.”ungkapnya.(Tris)

Bagikan

Tinggalkan Balasan