Ekbis  

Meski Pandemi, AKR Tetap Bukukan Laba Rp452 Miliar

KJ, Jakarta – PT AKR Corporindo Tbk (IDX ticker code: AKRA.IJ), distributor BBM, bahan kimia dasar serta penyedia jasa logistik & supply chain di Indonesia, dalam paparan kinerjanya pada acara Public Expose Live 2020 menyampaikan, kinerja yang kuat di tengah situasi pembatasan sosial selama 6 bulan tahun 2020 membuahkan hasil yang positif.

Terbukti, laba Tahun berjalan tumbuh 25% mencapai Rp452 Miliar selama 1H 2020. Pertumbuhan didukung oleh +22% pertumbuhan Laba Bruto y/y tercatat sebesar Rp1,024 Miliar, dan 28% pertumbuhan Laba Usaha sebesar Rp633 Miliar.

Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo menjelaskan, di tengah situasi perekonomian yang penuh tantangan seperti saat ini, Perseroan berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba.

“Faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan AKR adalah, permintaan Solar Industri ke sektor komersial, pertambangan, dan umum tumbuh dengan baik di tengah fluktuasi harga minyak.”ujarnya, Kamis (27/08/20).

Ia menambahkan, Kedua, pengelolaan Risiko yang kuat mendorong AKR untuk meneruskan harga ke pelanggan. Ketiga, keberadaan infrastruktur logistik yang kuat dan tersebar luas, dan Ke empat, neraca keuangan yang kuat dengan leverage yang rendah, serta ke Lima, kontribusi dari segmen Kawasan Industri.

“Kami melihat tantangan pada pertengahan tahun kedua ini dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang melambat dan pelemahan permintaan dari berbagai sektor. Tetapi kami akan terus mempertahankan pengendalian biaya yang ketat, mengelola risiko dan terus mengirimkan produk penting BBM dan bahan kimia ke pelanggan kami dengan mempertahankan protokol kesehatan COVID 19.”terangnya.

Haryanto Adikoesoemo kembali menjelaskan, laba tahun berjalan di 1H 2020 tumbuh 25% YoY mencapai Rp452 Miliar

Selama 1H2020, Perusahaan mencapai :
1. Pertumbuhan Laba Bruto YoY +22% tercatat sebesar Rp1,024 Miliar, didukung oleh pertumbuhan semua segmen bisnis Perseroan
2. Pertumbuhan pendapatan 3% sebesar Rp10.001 Miliar, di tengah penurunan harga BBM dan Kimia Dasar, volume BBM masih menunjukkan kinerja yang kuat
3. Kontribusi positif dari pendapatan JIIPE mencapai Rp240 Miliar, terdiri dari penjualan lahan, sewa lahan, dan utilitas
4. Penurunan beban operasional sehingga Laba Usaha tumbuh 28% mencapai Rp633 Miliar.

Posisi Keuangan yang kuat dan komitmen kepada pemegang saham AKRA mencatat posisi aktiva sebesar Rp 18,6 Triliun dan saldo ekuitas Rp10,2 Triliun. Liabilitas turun 27% mencapai Rp8,2 Triliun dengan rasio net gearing yang sehat di 0,36x per 30 Juni 2020.

Sementara itu, Pefindo juga mempertahankan peringkat obligasi Perusahaan pada idAA- dengan outlook stabil.

Pada tahun ini Perseroan tetap membayar dividen secara konsisten. Perusahaan baru saja membagikan dividen interim sebesar Rp50 per saham atau sebesar Rp197 Miliar pada tanggal 13 Agustus 2020, sebagai komitmen kepada pemegang saham dan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik.

“Perseroan mempertahankan rasio pembayaran dividen pada 30%-60% selama 5 tahun terakhir.”ungkap Haryanto.(Tris)

Bagikan

Tinggalkan Balasan