Ekbis  

Agar Stabilitas Rupiah Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga BI7DRR 4,00℅

KJ, Jakarta – Agar stabilitas rupiah tetap terjaga dan stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tetap berjalan, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga kebijakan 7-Day Reverse Repo Rate (B17DRR).

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, BI kembali mempertahabkan suku bunga BI7DRR 4,00%. Sebelumnya, BI telah empat kali menurunkan suku bunga yaitu pada Februari, Maret, Juni dan Juli 2020 masing-masing sebesar 25 bps.

“Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, ditengah inflasi yang masih rendah.” ujarnya saat jumpa pers virtual via youtube Bank Indonesia, Kamis (17/09/20).

Gubernur BI menambahkan, denga mempertahankan suku bunga bank, BI terus melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Perry Warjiyo menjelaskan, untuk mendorong pemulihan ekonomi dan dampak pandemi Covid-19, BI menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN 2020.

“Dukungan tersebut dengan pembelian SBN di pasar perdana.” tegas Gubernur BI, Perry Warjiyo.

Ia menerangkan, hingga 15 September 2020 BI telah membeli SBN di pasar perdana melalui mekanisme pasar sebesar Rp48,03 triliun.

Selain itu, kata Perry Warjiyo, pembagian beban dengan pemerintah untuk pendanaan Non Public Goods-UMKM, yang telah direalisasikan sebesar Rp44,38 triliun.

“BI juga terus memperkuat strategi operasi moneter, guna meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang kami tempuh.” ungkapnya.(Tris)

Bagikan

Tinggalkan Balasan