KJ, Surabaya – Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, A.H Thony mendesak kepada Pemkot Surabaya, agar segera membentuk Dewan Pemulihan Ekonomi Kota Surabaya (DPES).
DPES ini tujuannya, untuk mempercepat pemulihan (recovery) ekonomi Kota Surabaya yang turun selama dihantam badai pandemi Covid-19.
“Mirip PEN atau Pemulihan Ekonomi Nasional, tapi ini lingkup lokalan saja khusus Kota Surabaya.”ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD kota Surabaya, Rabu (28/10/20).
Ia menjelaskan, selama ini road map recovery ekonomi selama pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemkot Surabaya tidak jelas, sehingga kami menilai sangat lambat penanganannya.
Dampaknya, jelas A.H Thony, roda perekonomian Kota Surabaya belum bergerak bahkan stagnan, angka penggangguran akibat putus kerja karena banyak perusahaan tidak mampu lagi gaji karyawan karena pandemi, pertumbuhan ekonomi Surabaya turun, sektor riil anjlok, daya beli konsumen lesu, UKM mati suri karena tidak ada pelanggan.
Ini perlu penanganan atau recovery ekonomi Kota Surabaya yang cepat, tegas A.H. Thony, agar ekonomi Kota Surabaya tidak semakin sekarat.
“Maka itu, Pemkot Surabaya segera bentuk Dewan Pemulihan Ekonomi Kota Surabaya. Agar jelas, cepat, dan tepat penanganannya, sehingga perekonomian masyarakat kembali meningkat.”terang politisi senior Partai Gerindra Kota Surabaya ini.
Lebih lanjut A.H Thony mengatakan, unsur Ketua dan anggota Dewan Pemulihan Ekonomi Kota Surabaya ini bisa berasal dari kalangan profesional, pebisnis, pengusaha, akademisi, praktisi, birokrat, sehingga gerak penanganan recovery ekonomi bisa teratasi.
Dirinya menganalogikan, selama masa pandemi Covid-19, revenue atau pendapatan daerah Kota Surabaya tergerus sangat besar hingga 20% lebih, karena roda ekonomi stag.
Contohnya, terang A.H Thony, APBD Kota Surabaya tahun 2021 diproyeksikan hanya Rp8-9 triliun saja, turun drastis dari tahun 2020 yaitu Rp10,3 triliun. Potensial Loss atau potensi kerugian pendapatan ini harus segera diatasi dengan dibentuknya Dewan Pemulihan Ekonomi Daerah Kota Surabaya.
“Jadi kita tidak bisa mengandalkan Pemkot Surabaya seorang diri saja, dalam pemulihan ekonomi.”kata penasehat Fraksi Partai Gerindra ini.
A.H Thonya kembali menjelaskan, selama ini yang dilakukan Pemkot Surabaya hanya memberikan bantuan logistik kepada masyarakat selama pandemi, agar warga tetap eksis disaat kesulitan ekonominya.
Namun, A.H Thony bertanya, apakah hanya cukup mengandalkan bantuan logistik makanan saja misalnya, lantas bagaimana kelanjutan ekonomi warga Kota Surabaya, ini perlu kita pikirkan bersama.
Yang perlu penanganan cepat adalah, tegas A.H Thony, sustainable ekonomi sehingga pendapatan masyarakat kembali pulih sehingga daya beli masyarakat tumbuh, maka efeknya adalah ekonomi Kota Surabaya juga ikut tumbuh, tidak lagi minus.
“Maka secepatnya Pemkot Surabaya membentuk Dewan Pemulihan Ekonomi Daerah Kota Surabaya, biar badan ini yang fokus melakukan pemulihan ekonomi Surabaya.”ungkapnya.(Tris)












