Ekbis  

Jaga Inflasi Dengan Optimalisasi Peran BUMD Sektor Pangan

KJ, Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan upaya menahan laju inflasi sepanjang tahun ini.

TPID Jatim menilai, selama masa pandemi Covid-19 inflasi di Jawa Timur (Jatim) relatif tercover secara baik, yaitu diangka 1,3% dengan ekpektasi sampai akhir tahun 2020 inflasi maksimal 2-3%.

Hal tersebut terungkap saat High Level Meeting Rapat Koordinasi Antar Wilayah TPID Jatim, di gedung negara Grahadi Surabaya, Selasa (03/11/20).

Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID9 diharapkan dapat mendorong terselenggaranya kerjasama antar daerah, baik kerjasama antar Kabupaten/Kota di Jawa Timur, maupun dengan Provinsi lain di Indonesia melalui peranan lembaga intermediatory komoditas pangan strategis (BUMD Pangan) yang merupakan salah satu upaya dalam mengendalikan inflasi di Jawa Timur.

“Pemahaman mengenai surplus defisit komoditas termasuk pola seasonalnya, menjadi kunci keberhasilan dan efektivitas kerjasama antar daerah”.kata Khofifah.

Sementara itu, Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menjelaskan, bahwa risiko inflasi Jawa Timur 2020 salah satunya dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat dalam merespon pandemi COVID-19.

Dari sisi komoditasnya, terang Difi, selama tahun 2018 s.d 2020 risiko inflasi terbesar (High Risk) dimiliki oleh komoditas emas perhiasan.

Sementara itu, tambah Difi, dalam kategori Medium Risk berturut-turut dengan sumbangan inflasi terbesar dan frekuensi yang sering mempengaruhi inflasi Jawa Timur adalah komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, angkutan udara, bawang merah, beras, cabai rawit, bensin, dan biaya akademi/perguruan tinggi.

“Bank Indonesia memperkirakan bahwa inflasi Jawa Timur 2020 sejalan dengan target yang telah ditentukan dan cenderung bias ke bawah.”kata Difi A. Johansyah, Senin (03/11/20).

Dirinya kembali mengatakan, Jawa Timur juga merupakan Provinsi yang mampu mengendalikan inflasi yang stabil selama HBKN dalam 3 tahun berturut – turut. Hal tersebut tentunya merupakan hasil koordinasi yang sangat efektif antara TPID Provinsi Jawa Timur bersama dengan satgas pangan.

“Untuk akhir tahun kami berharap kondisi Covid-19 di Jawa Timur terus membaik dengan inflasi yan tetap terkendali, sehingga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan daya beli dan tentunya mendukung recovery perekonomian Jawa Timur”.ungkap Difi.(Tris)

Bagikan

Tinggalkan Balasan