DPRD Kabupaten Ponorogo Dorong Pemerintah Segera Cari Solusi Harga Gabah Para Petani Pasca Panen Raya Agar Petani Tidak Rugi

Posted by: Reply 78 Views

Foto: Ketua DPRD Sunarto Spd  bersama Forpimda Ponorogo, Sunarto Spd (sebelah kiri Kajari Ponorogo,red) saat mendampingi gubernur panen raya

KJ, Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo Sunarto Spd Selasa 6 April 2021, mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa saat berkunjung ke Ponorogo untuk melakukan Panen Raya di bumi reog. Ketua DPRD bersama Forpimda Ponorogo lainya seperti Bupati Ponorogo, Kapolres, Dandim, Kajari Ponorogo dan Kepala PN, bersama- sama gubernur melakukan panen raya di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

Usai panen raya Ketua DPRD Ponorogo terus mendamping kunjungan gubernur ke tempat- tempat lainya seperti peninjauan pendataan keluarga bersama BKKBN Desa Bedingin, Sambit, Peninjauan gudang pengelola padi di Desa Crabak, Kecamatan Slahung, Peninjauan kegiatan produksi ekonomi Wara Tuna Gragita di Desa Karang patihan, Kecamatan Balong, serta penerimaan program pemerintah di Pendopo Kabupaten Ponorogo.

Dalam kesempatan panen raya tersebut, Ketua DPRD Sunarto Spd menyoroti tentang harga gabah atau padi pasca panen yang cenderunh belum menguntungkan petani atau masih merugikan para petani. Pihaknya meminta kepada pemerintah daerah untuk berkordinasi dengan Pemrof untuk mengatasi persoalan tersebut, agar harga gabah pasca panen raya tidak anjlok dan merugikan para petani. “Kalau soal tanam sudah relatif bagus, yang menjadi persoalan paling mendasar adalah harga gabah pasca panen. Saudara saudara (Para petani,red) kesulitan di tingkat harga, harga gabah kering panen tidak sebanding dengan produksi, ini yang tadi kita diskusikan panjang lebar dengan gubernur,” ungkap Sunarto Spd.

 

Ketua DPRD Sunarto Spd bersama Forpimda dan gubernur saat panen raya di Ponorogo

Ketua DPRD menggaris bawahi jika persoalan harga gabah pasca panen ini semestinya tidak hanya dibahas pada ranah diskusi, tetapi harus segera dieksekusi atau di tindaklanjuti secara cepat dan nyata.Sebab saat ini para petani di Ponorogo sedang dalam masa panen raya. Jika tak segera di atasi maka dikawatirkan masyarakat petani akan merugi karena anjloknya harga gabah,”Ini mestinya tidak pada ranah diskusi saja, tetapi harus segera dieksekusi, karena panen raya ini sedang berlansung, kalau harga ini tidak segera dikendalikan, ujung – ujungnya masyarakat petani kita yang akan tetap menjadi korban (Merugi,red),” tandasnya.

Pihaknya berharap kepada para pemangku kebijakan yakni pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pemprof mencarikan solusi harga gabah pasca panen raya saat ini. Menurutnya Dolog dalam hal ini sebagai lembaga yang bertangunjawab menyerap hasil produksi gabah petani, namun keberadaanya tidak bisa diharapkan. Dolog belum mampu menyerap hasil produksi petani secara baik dan berpihak pada mereka. Bahkan, petani malah sering terbentur dengan permasalahan-permasalahan teknis yang yang ujung – ujungnya menyulitkan para petani.

“Mari para pemangku kebijakan, pemerintah daerah dan provinsi harus bersinergi, mencarikan solusi harga gabah pada panen raya ini, sampai saat ini dolog tidak bisa kita harapkan, sering kali petani kita terbentur aturan main, soal redemen, kadar air. Dolog yang mestinya bisa menyerap hasil produksi petani padi, ternyata masih seperi ini kondisinya, kalau ini menjadi aturan petani kita akan menjadi korban.Pada waktu tanam pupuk mahal, bahkan langka, tapi ketika panen hasilnya belum ada jaminan tentang harga gabah ini.ini merupakan persoalan serius yang sejak dulu belum ada penyelesaian,” beber Ketua DPRD Ponorogo.(ADV/AZ)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below