Bupati Ipong : Lagi-Lagi Imported Case Nambah Jumlah Kasus Covid 19 di Ponorogo Tercinta

Posted by: Reply 221 Views

Bupati Ponorogo Drs H Ipong Muchlissoni

KJ, Ponorogo – Perkembangan kasus Covid 19 di Kabupaten Ponorogo nampaknya masih memprihatinkan. Kendati 1 pasien, perempuan (38), warga Balong Senin 29 Juni 2020 hari ini dinyatakan sembuh. Namun, dihari ini juga 4 pasien dinyatakn positif Covid 19 dan 3 diantaranya imported case dari Surabaya. Hal ini, tentunya menyebabkan rasa prihatin bagi Bupati Ponorogo Drs H Ipong Muchlissoni. Karena itu, orang nomor satu di Ponorogo ini menegaskan agar warga Ponorogo yang berada di daerah Zona merah, jangan pulang dahulu sampai kondisi aman.

“Assalamualaikun Wr. Wb. Warga Ponorogo yang saya cintai,
Alhamdulillah, hari ini pasien no. 38, perempuan, asal Balong, dinyatakan sembuh, setelah hasil swab PCR nya 2 kali berturut-turut negatif. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu kesembuhan pasien tersebut,
Namun dengan penuh keprihatinan hari ini kembali saya kabarkan bahwa terdapat penambahan 4 kasus baru COVID19, yang 3 di antaranya merupakan kasus impor dari Surabaya,” terang Bupati.

Bupati Ipong menjelaskan, Mereka yang dinyatakan positif adalah :

1. Perempuan, 48 tahun, Desa Ngrayun. datang dari Surabaya tanggal 23 Juni 2020. Selama ini bekerja di Surabaya, majikannya meninggal karena COVID-19. Sepulang dari Surabaya langsung swab untuk pemeriksaan PCR dan hari ini didapatkan hasil positif. Sejak datang dari Surabaya melakukan isolasi mandiri.

2. Perempuan, 51 tahun, Ronowijayan (Siman). Seorang ibu rumah tangga, namun aktif bersosialisasi. Tgl 24 Juni melakukan RDT karena akan pergi ke Palangkaraya, didapatkan hasil reaktif. Kemudian dilakukan swab untuk pemeriksaan PCR, hari ini didapatkan hasil positif. Ibu ini sangat aktif bersosialisasi. Dalam 2 minggu terakhir sempat mengikuti acara arisan, pertemuan makan-makan bersama, dan kegiatan lain yang sehingga kami temukan tracing lebih dari 30 orang, yang akan dilakukan pemeriksaan swab dan rapid test.

3. Laki-laki, 53 tahun, Baosan Lor (Ngrayun). Selama ini tinggal di Surabaya, berjualan tahu di pasar, karena sakit dan hampir seluruh Rumah sakit di Surabaya overload, maka beliau dijemput oleh anaknya dan langsung dibawa ke RSUD. Hasil pemeriksaan didapatkan gambaran rontgent pneumoni, dan hari ini didapatkan hasil pemeriksaan swab PCR positi.

4. Perempuan, 16 tahun, Dayakan (Badegan). Minggu lalu pasien ini berangkat ke Surabaya menggunakan travel, untuk bekerja di Surabaya . Sampai di Surabaya oleh calon majikannya dilakukan screening pemeriksaan RDT antibody dan swab PCR, didapatkan hasil positif. Dan oleh majikannya pasien ini dipulangkan ke Ponorogo. Setelah ditelusur, 2 minggu sebelumnya kakaknya datang dari Brebes dan dia juga sempat pergi ke Purwantoro. Saat ini sudah ditemukan 8 orang kontak erat, mulai dari keluarga hingga sopir travel yang mengantar ke Surabaya dan akan dilakukan swab PCR dan pemeriksaan RDT.

Bupati Ipong menambahkan, jika imported case menambah jumlah kasus Covid 19 di Ponorogo. “Lagi – lagi import case kembali menambah jumlah kasus COVID19 di Ponorogo tercinta, 

Untuk itu, kembali saya ingatkan, kepada seluruh warga Ponorogo, mohon disampaikan kepada saudara-saudaranya, keluarganya, ataupun temannya yang saat ini di luar kota terutama di zona merah, mohon untuk tetap disiplin melakukan protokol kesehatan dan tidak pulang ke Ponorogo sampai kondisi aman.

Lindungilah seluruh saudara dan keluarga kita yang ada di rumah. Bentuk cinta dan kasih sayang kepada keluarga yang ada di rumah adalah dengan bedisiplin terhadap protokol kesehatan, dan menunda kepulangan,” terang Bupati.

Begitu juga dengan warga Ponorogo yang saat ini di Ponorogo, Bupati meminta agar mengurangi kegiatan kumpul-kumpul, bergerombol, bersosialita, jika belum mampu menjaga diri dengan patuh terhadap protokol kesehatan. “Jangan melakukan kegiatan ke luar rumah, bertemu orang banyak, jika belum paham betul bagaimana norma / kebiasaan baru yang harus kita lakukan.Jangan merasa tidak ada keluhan, kemudian jumawa merasa sehat padahal siapapun beresiko menularkan atau tertular COVID19,” tegas Bupati

Bupati mengingatkan kembali tentang protokoler kesehatan sebagai kunci memutus mata rantai penyebaran Covid 19. “Tentunya masih ingat tentang penjelasan OTG yang beberapa waktu lalu saya sampaikan.
DISIPLIN TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN adalah kunci memutus rantai penularan COVID-19.
– sering cuci tangan pakai sabun
– pakai masker ketika berada di tempat umum dan berinteraksi dg org lain
– jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dg org lain
– tingkatkan imunitas tubuh dg olahraga dan gembira
– berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” jelasnya.

Bupati menambahkan jika penanganan covid 19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun juga seluruh masyarakat. “Penanganan COVID19, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tapi hal ini merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Mari bahu membahu dan bersatu melawan COVID19,” ajak Bupati Ipong.(Agus Zahid)

Data kasus COVID19 di Ponorogo per hari ini,
Total               = 43
sembuh           = 30
isolasi RS       = 11
meninggal       = 2

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below