Jatim Bermasker Dengan Penyerahan Secara Simbolis Di Pendopo Kecamatan Jombang Oleh Bupati

Posted by: Reply 223 Views

KJ, Jombang – Menindaklanjuti Program yang telah di launching Forkopimda Provinsi  Jawa Timur “Jatim Bermasker” Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyerahkan bantuan berupa Thermogan dan Masker secara simbolis kepada perwakilan Lurah dan Kepala Desa  se Kecamatan Jombang sebagai upaya dalam mendukung program Jombang Bermasker, Jum’at (7/8/2020) pagi.

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, didampingi Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Dinas Kesehatan mensosialisasikan juga Surat Edaran tentang Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Pesta Perkawinan, Hajatan, dan Pertunjukan Seni dalam Hajatan di Kecamatan Kota Jombang, Jum’at (7/8/2020).

Sosialisasi dihadiri Forkopimcam, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, serta Kepala Desa dan Lurah se Kecamatan Jombang dengan menindaklanjuti isi Surat Edaran Bupati Jombang Nomor: 700/415.10.1.3/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Pesta Perkawinan Hajatan Dan Pertunjukan Seni Dalam Hajatan.

Bupati Jombang dalam sambutannya berharap agar masyarakat dapat memahami secara tuntas dan tidak sepotong-sepotong untuk dapat mengetahui juga memahami bagaimana aturan Protokol Kesehatan ketat dalam pelaksanaan hajatan ditengah pandemi Covid-19 ini. Masyarakat juga harus  paham apa yang dimaksud dengan New Normal atau tatanan kehidupan normal baru,” ucap Hj. Mundjidah Wahab.

“Untuk bisa menyelenggarakan hajatan di tingkat desa, penyelenggara harus memiliki surat rekomendasi dari desa yang digunakan untuk minta persetujuan di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan. Namun apabila kalau hajatannya besar, izin ke Gugus Tugas PP harus ke  Kabupaten.

“Di dalam surat edaran tersebut, ada aturan detail bagi yang akan menyelenggarakan hajatan. Mulai dari aturan untuk event organizer,  jasa catering, jasa rias, penyewa busana, pengusaha sound sistem tamu undangan, mempelai pengantin dan keluarga, hingga penyelenggara seni budaya. Semuanya sudah diatur secara detail. Semua aturan yang diberlakukan itu harus dipenuhi.

Bupati meminta untuk tetap menjaga kebersihan dan mengingatkan penggunaan masker, face shield dan jaga jarak di setiap acara. Hajatan disertai hiburan, maksimal tujuh orang, termasuk MC, penyanyi dan kru musik. Aturan inipun membatasi waktu penyelenggaraan hiburan, siang hari maksimal pukul 16.00 WIB

“Kalau bisa, pelaku seni dari Kabupaten Jombang, bukan dari luar Jombang. Kalau suhu tubuhnya tinggi dilarang ikut menghibur,” tambahnya. Ia juga menegaskan, agar tidak menerima dan menawarkan sumbangan lagu dari tamu undangan.

“Sebisa mungkin kita hindari kontak fisik antar orang, jadi menerima atau menawarkan sumbangan lagu dari tamu undangan itu tidak perlu,” tegas orang nomor satu di Jombang ini. Begitu pula undangan yang hadir dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat yang disediakan.

“Kalau di dalam sudah mencapai 50 persen harus antre dulu di luar. Perlu digaris bawahi, jika dilingkungan sekitar hajatan ada yang terpapar Covid-19, maka sementara hajatan ditunda dulu,” pungkas Bupati Mundjidah.

Sementara itu, Camat Jombang, Drs Muhdlor, M.Si., melaporkan pelunasan PBB di Kecamatan Kota Jombang selau rangking  21. Diharapkan dengan kerjasama yang baik semua masyarakat juga Pemerintahan Desa diharapkan pelunasan PBB di Kecamatan Kota Jombang ini ada peningkatan. “Insya Allah teman-teman Kepala Desa berjanji bulan September akan dapat menuntaskan  pelunasannya,” ujar Camat Jombang.

Usai acara, Bupati Jombang meninjau proyek pembangunan Gedung Kecamatan Jombang senilai 2,3 Milyar yang masih dalam proses pembangunan, serta melihat langsung ruang Pelayanan Terpadu Administrasi (Paten) Kecamatan Jombang sementara untuk masyarakat.

Pewarta Kabarjagad Agus Situju Haerah

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below