Kadis Perhubungan: Sepur Kelinci Dan Bus Tayo, Dilarang Beroperasi Di Jalan Kabupaten, Provinsi Dan Jalan Nasional

Posted by: Reply 587 Views

KJ, Jombang – Demi keselamatan penumpang jalan raya, Pemerintah Kabupaten Jombang dan Kepolisian  setempat mengumpulkan puluhan pemilik dan pengemudi kereta kelinci dan bus tayo. Mereka dikumpulkan di Aula Graha Bhakti Bhayangkara Mapolres Jombang, pada Senin (17/2/2020) sore.

Hadir dalam FGD (Forum Group Discussion), Sekertaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Perhubungan, perwakilan Polres, perwakilan Kodim, para Sopir angkot Se Kabupaten Jombang, pemilik Sepur Kelinci serta Bus Tayo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Dr. H. Achmad Jazuli, M.Si dalam arahannya menyampaikan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jombang itu merupakan tindakan preventif. Pemerintah direncanakan akan mengirim surat edaran Bupati ke sekolah-sekolah yang biasa mencarter kendaraan murah-meriah itu. Surat ini nantinya melalui Dinas Pendidikan dan akan di sebar terkait larangan menggunakan sepur kelinci atau Bus Tayo. Apabila masih terjadi pelanggaran akan ditindaklanjuti pihak aparat, kata Sekda.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam arahannya menyebutkan dengan alasan keselamatan, pihaknya memberikan larangan. Sudah ada pelarangan untuk bus tayo di jalan raya. Kalau sudah masuk Desa itu sudah bukan kewenangan kami. Nantinya, sepur Kelinci atau Bus Tayo ini tidak akan di izinkan melewati Jalan Kabupaten, Jalan Provinsi dan Jalan Nasional. Jalan kabupaten adalah jalan yang menghubungkan antar kecamatan dengan jalan provinsi, mulai dari Sambong sampai seterusnya serta Surabaya-Madiun merupakan jalan Nasional,” ujar Hartono., S.Sos., M.M.,

Ditempat yang sama, perwakilan DPC Serikat Sopir Indonesia (SSI) Jatim mengusulkan,  Pemerintah Kabupaten Jombang jangan terlalu memberikan kelonggaran. Semua sudah tertera di undang-undang nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Jelasnya sudah melanggar aturan yang ada. Namun, menurutnya hal ini harus dicarikan solusi agar masalah tidak berlarut-larut. Harus dicari jalan keluarnya bersama-sama baik antara sopir angkot dan Bus Tayo. Mungkin bisa Bus Tayo itu dijadikan kendaraan angkutan pariwisata, atau segmen pasar yang diberikan perbedaan,” ucap Edi Sunarko.

Pewarta Kabarjagad Agus Situju Haerah

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below