Kajari Jombang Andi Imran: Menghindari Korupsi, Ada 5 Tips

Posted by: Reply 233 Views

Foto: Kajari Jombang H. Andi Imran (tengah) didampingi Sekda KH. Akhmad Jazuli.

KJ, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Sekretaris Daerah KH. Akhmad Jazuli bersama Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, H. Andi Imran, duduk bersama dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepala Desa di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Selasa (6/4/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Jombang dalam paparannya mengatakan, untuk menghindari tindak pidana korupsi, harus merubah mindset. Mindsetnya dirubah dulu, pikiran-pikirannya yang secara gampang untuk mendapatkan hal-hal yang terkait dengan Dana Desa itu dihilangkan dulu.

“Termasuk pola pikir, pola hidup kita harus di rubah. “Dikatakan Kajari Imran, Ada 5 tips untuk menghindari tindak pidana korupsi.

Pertama: Atur cash flow. Hampir setiap masalah keuangan yang terjadi selalu bersumber pada masalah cash flow. Termasuk tindakan-tindakan yang mengarah pada korupsi. Jika cash flow sehat, keuangan sehat, maka kita pun tidak ingin untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Kedua: Kita harus punya aset aktif, biar ada pemasukan tiap bulan, buka usaha-usaha kecil, pagi kita kerja, sore kita buka toko. Ini namanya aset. Uang masuk keluarnya ada di kepala kita, berapa penghasilan saya perbulan, keluarkan berapa dan berapa harus disimpan.

Ketiga: Rajin membayar hutang, cicilan, kalau punya hutang atau cicilan dibayar, harus fair dong, jangan sampai jatuh tempo. Kalau ini terjadi, maka disitulah mulai timbul pemikiran pemikiran untuk melakukan hal-hal yang terkait dengan korupsi, korektif.

Keempat: Miliki gaya hidup sesuai kemampuan. Jangan terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain. Orang lain beli kulkas, kita yang kedinginan. Jangan pernah berpikiran seperti itu. Setiap orang menjalani kehidupan  yang perjuangannya tidak sama, jadi tidak bisa dibandingkan. Sesuaikan saja dengan kemampuan kita, apa adanya.

Kelima: Lakukan segala apa yang kita lakukan sesuai dengan SK. Kalau Surat Keputusan mengharuskan kita melakukan verifikasi sehubungan dengan data siapa saja yang mendapatkan bantuan, tetapi kita rekayasa SK nya, seharusnya ini yang dapat 4 orang direkayasa menjadi 5 orang karena dia saudara nya, dia temannya atau siapa akhirnya membengkak, lakukan saja sesuai SK nya.

“Karena yang pertama kita lihat nanti kalau terjadi penyimpangan penyimpangan, coba dong bawa SK nya, saya mau lihat, ucap Kajari.

Kajari Jombang berharap, lakukanlah sesuai tugas dan fungsinya, sehingga dalam menjalankan tugasnya terhindar dari tindak pidana korupsi, tegas Imran. (ash).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below