Musda III APTI Jawa Timur Dilaksanakan di Jombang

Posted by: Reply 162 Views

Foto: Bupati Jombang Mundjidah Wahab ketika sambutan diruang Bung Tomo Pemkab.

KJ, Jombang – Bupati dan wakil Bupati Jombang menghadiri Musyawarah Daerah Ke III Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur periode 2021-2026 yang diikuti oleh DPC Asosiasi Petani Tembakau se Jawa Timur di ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Sabtu (10/4/2021).

Musda yang diikuti Ketua DPN APTI Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, Soeseno, Dewan Pimpinan Daerah APTI  Jawa Timur, Kepala Dinas Perkebunan diwakili Kabid Produksi Tanaman Semusim, Ambar Purwati, serta dihadiri 17 DPC APTI dari 23 se Jatim.

Bupati Jombang Mundjidah Wahab dalam sambutannya berharap, para petani tembakau tetap semangat untuk terus meningkatkan kualitas tanamannya. Apabila kualitasnya baik, maka akan menarik pabrikan untuk bekerja sama atau membeli secara langsung.

Luas areal tanaman Tembakau di Jombang Tahun 2020, Seluas 5.317 hektar yang tersebar di 6 kecamatan diantaranya, Ploso, Plandaan, Kabuh, Kudu, Ngusikan dan kecamatan Bareng. Kabupaten Jombang memiliki varietas tembakau unggul lokal. Tembakau Varietas Jinten Pakpie dan Tembakau Varietas Manilo.

Tembakau Rajangan Jombang sudah memiliki karakterisasi dan sudah dikenal oleh Pabrikan/Pasar Tembakau dengan sebutan Pakpie (Rajangan Tembakau Jombang).

“Saya berharap petani dapat terus berjaya, tentunya hal ini tidak lepas dari dukungan para stakeholder didalamnya. Bupati minta APTI yang ada di Jombang untuk melakukan konsolidasi petani supaya mekanisme kemitraannya tetap terjaga oleh Asosiasi Petani Tembakau (APTI).

“Adanya Asosiasi ini, sudah seharusnya saling bersinergi, bersaing secara sehat yang muaranya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya, terutama para petani tembakau, ucap Mundjidah.

Bupati menginginkan APTI Jawa Timur mampu mensinergikan semua stakeholder IHT (Industri Hasil Tembakau), untuk mensejahterakan Buruh Tani, Buruh Industri Rokok. Asosiasi Petani Tembakau (APTI) sebagai Advokasi yang mengharapkan kebijakan di Bidang Cukai, DBHCHT, maupun regulasi komoditi.

“Dana yang dipergunakan oleh Pemerintah Daerah/Provinsi/Nasional agar tertuju pada Peningkatan Kualitas Bahan Baku Tembakau Produksi dan Produktivitas Kesejahteraan Petani, pungkas Mundjidah.

Ketua DPN APTI, Soeseno mengatakan bahwa, tembakau di Jawa Timur masih menjadi primadona. Betapa tidak, Jatim merupakan penyuplai tembakau terbesar tingkat nasional. Harapannya Petani semakin bersemangat, produk tembakau semakin meningkat.

“Produksi tembakau di Jatim sangat besar, mencapai 110 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut merupakan 60 persen dari produksi tembakau nasional. Kalau petani tembakau Jatim mogok, maka industri rokok tidak ada atau tutup,” kata Soeseno

Tembakau merupakan salah satu komoditi unggulan di Indonesia, yang mampu menyerap tenaga kerja, menyumbangkan cukai dan pajak-pajak lain. Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia memiliki peran cukup besar terhadap penerimaan negara melalui pajak dan cukai.

Selain itu, kehadiran IHT juga memberi dampak positif lain, seperti penyerapan tenaga kerja, penerimaan dan perlindungan terhadap petani tembakau dan dampak ganda yang lain.

Soeseno menjelaskan, ke depannya tantangan organisasi APTI dan sektor pertembakauan akan semakin berat. Untuk itu, ia meminta agar jajaran pengurus APTI, utamanya di Jatim bekerja lebih giat dan bersemangat, memperkuat organisasi dan memperkuat sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan.

Dirinya berharap, pengurus yang baru semakin baik dan solid. Organisasi ini perlu diperkuat oleh kepengurusan yang produktif dan berkesinambungan sehingga ada regenerasi dan sekaligus mewarisi kultur pertembakauan di Indonesia, tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPD APTI Jawa Timur terpilih, Kamudi, siap memajukan petani tembakau di wilayahnya, namun demikian, ia berharap ada perhatian dari pemerintah terkait nasib petani, terutama untuk peningkatan kualitas petani dan memajukan petani tembakau di Provinsi Jawa Timur, harap Kamudi. (ash).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below