PPKM Mikro Jombang di Perpanjang hingga 8 Maret

Foto: Dari kanan, Sekda, Dandim 0814, Bupati, Wakil Bupati dan Kabag Ops Polres Jombang.

KJ, Jombang – Sejak dimulainya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro (BM) di Kabupaten Jombang pada tanggal 9 Pebruari 2021 hingga sekarang, hasilnya terdapat tren penurunan terhadap tambahan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Kasus harian dari 298 kasus pada 11 Februari 2021 menjadi 29 kasus pada 20 Februari 2021. Ada penurunan jumlah RT yang bestatus kuning dari 187 RT pada awal penetapan PPKM dengan penambahan kasus harian sebanyak 45 kasus menjadi 144 RT dengan penambahan kasus harian sebanyak 29 kasus.

Namun sebagai upaya optimalisasi, tetap akan melaksanakan perpanjangan mulai 23 Pebruari 2021 sampai 8 Maret 2021, ujar Bupati Mundjidah Wahab usai mengikuti Rakor PPKM BM Bersama Forkopimda Provinsi Jawa Timur secara virtual dari Ruang Jombang Command Center (JCC) pada, Selasa (23/2/2021).

Bupati Jombang telah mengeluarkan Instruksi Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan dan Pengoptimalan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan.

Hal ini menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2021 dan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/84/KPTS/013/2021 tentang Perpanjangan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 Untuk Pengendalian Penyebaran wabah korona di Provinsi Jawa Timur, kata Bupati.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jombang dalam pelaksanaan ini guna melakukan Percepatan pencairan Dana Desa untuk penanganan minimal 8 persen dari anggaran. Saat ini sudah ada 45 cair dan 257 Desa sementara proses di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Sosialisasi tentang PPKM ini juga sudah dilakukan kepada tokoh agama, masyarakat, organisasi masyarakat dan organisasi wanita.

Dikatakannya, dukungan TNI, Polri, seluruh elemen masyarakat, mulai dari Pemerintah Daerah hingga tokoh masyarakat, semua sangat berarti bagi optimalisasi ikhtiar ini dalam rangka penegakkan disiplin Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 guna menekan kasus, katanya.

Kita ketahui bersama bahwa, Kabupaten Jombang terdiri dari 21 Kecamatan, 302 Desa, 4 Kelurahan, 1212 Dusun, jumlah RW: 2.261, Jumlah RT: 7.945, sehingga jumlah posko juga sama, ucapnya.

Bupati menjelaskan, untuk mencegah penambahan kasus aktif Covid-19, PPKM Mikro akan dipusatkan di desa. “Posko Covid tidak hanya ada di setiap desa, tapi saya harapkan ada di setiap RT. Pos Siskamling bisa difungsikan sebagai posko.

Setidaknya kata Bupati, dengan adanya posko di setiap RT diharapkan data dapat terkontrol hingga di tingkat RT. “Untuk petugas jaga pos siskamling adalah para relawan pemuda-pemuda yang ada di RT setempat. Tokoh agama ikut berperan aktif sosialisasi pencegahan Covid 19 di tempat ibadah.

Kemudian mengenai pemadaman lampu PJU, Bupati Jombang menegaskan sudah berakhir di tanggal 22 Februari 2021. PPKM selanjutnya akan berfokus pada keterlibatan RT. Jika pengawasan di tingkat RT maka akan bisa memantau keluar masuknya tamu, pungkasnya. (ash).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below