KJ, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pertumbuhan jumlah investor di tahun 2021, tumbuh sebesar 20% dibanding tahun 2020.
Dalam acara ‘Media Ghatering’ secara virtual Selasa (01/12/20), Direktur Utama PT BEI, Inarno Djajadi mengatakan, untuk tahun 2021, BEI menargetkan jumlah investor growth 20%, dengan berbagai upaya sosialisasi keuntungannya melantai bursa kepada calon investor, secara virtual.
“Ya kita targetkan sih tumbuh 20% jumlah investor di BEI untuk tahun depan.”ujarnya saat Media Ghatering OJK- Self-Regulatory Organization (SRO), dan BEI secara virtual, Selasa (01/12/20).
Inarno Djajadi menerangkan, meski dihantam badai pandemi Covid-19, namun dari catatan BEI sepanjang 2020 sampai dengan 19 November 2020, jumlah investor Pasar Modal Indonesia naik 42,19 persen.
Dari 2.484.354 pada akhir tahun 2019, naik menjadi 3.532.519 investor. Kenaikan investor tersebut salah satunya disokong melalui peningkatan investor Reksa Dana sebesar 59,32 persen, khususnya yang berinvestasi melalui Agen Penjual Reksa Dana Fintech (SA Fintech).
“Dalam hal ini lebih dari 50 persen investor pasar modal memiliki Rekening di Selling Agent Financial Technology (SA Fintech) dengan total 1.809.208 investor dan dominasi investor individu sebesar 99 persen.”jelas Inarno.
Dirinya kembali mengatakan, dukungan keberadaan SA Fintech dalam industri Reksa Dana terlihat jelas dari pertumbuhan Asset Under Management (AUM) dengan rata-rata kenaikan sekitar 200 persen per tahun, serta frekuensi transaksi yang meningkat tajam.
Adapun Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan, kata Inarno Djajadi, tetap merupakan dua Reksa Dana yang memiliki AUM terbesar dan investor terbanyak di SA Fintech.
“Kekuatan industri Fintech tersebut juga disebabkan dominasi investor milenial yang berinvestasi di Pasar Modal Indonesia.”tutur Inarno.
Ia kembali menjelaskan, pada 19 November, tercatat lebih dari 70 persen investor berada dalam rentang usia sampai dengan 40 tahun.
Adapun dari sisi demografi, tambah Inarno, investor didominasi oleh laki-laki (61,14 persen), pegawai swasta (52,91 persen), lulusan sarjana (44,40 persen), dan memiliki penghasilan Rp10-100 juta (58,09 persen).
“ Sementara berdasarkan domisili, investor Pasar Modal Indonesia sebagian besar berada di Pulau Jawa yaitu mengkontribusi sekitar 72,23 persen.”ungkapnya.(Tris)












