Ekbis  

BEI Gelar Pubex 2020 Secara Virtual

KJ, Surabaya – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian tahun ini kembali menggelar Public Expose (Pubex) Live 2020″, mulai 24-28 Agustus 2020.

Pubex Live 2020 digelar secara virtual dan diikuti sekitar 50 Perusahaan .

Dalam sambutannya, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, Pubex merupakan suatu pemaparan umum kepada publik untuk menjelaskan mengenai kinerja Perusahaan Tercatat di BEI. Tujuannya, agar informasi mengenai kinerja perusahaan tersebut tersebar secara merata.

”Setiap Perusahaan Tercatat wajib melakukan public expose sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun. Melalui acara “Public Expose Live 2020” diharapkan investor dan juga wartawan di pasar modal mendapatkan informasi yang paling terkini terkait kinerja Perusahaan Tercatat,” kata Inarno Djajadi.

Jumlah Perusahaan Tercatat yang ikut di Pubex Live 2020 meningkat dibanding tahun 2019. Tahun lalu, diikuti 49 Perusahaan Tercatat dan disaksikan 21.552 peserta. Sebanyak 10.680 peserta mengikuti Pubex Live secara offline dan 4.570 peserta secara online.

Melalui penyelenggaraan “Pubex Live 2020” yang rutin setiap tahunnya sebagai rangkaian dari acara Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi di Pasar Modal Indonesia.

“Hal ini juga akan berkontribusi dalam menambah jumlah investor lokal, serta meningkatkan likuiditas pasar dengan kemudahan yang diberikan oleh regulator pasar modal kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait investasi di Pasar Modal Indonesia,”terangnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen, mengatakan, dampak pandemi secara makro mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di seluruh belahan dunia. Secara mikro, mempengaruhi kinerja perusahaan di berbagai sektor usaha.

Selama kuartal I tahun 2020 menunjukkan perlambatan kinerja emiten dimana 65 persen masih mampu membukukan laba namun secara umum kinerjanya alami penurunan. Tekanan terhadap penurunan kinerja juga dialami korporasi global.

”Kondisi ini jadi perhatian khususnya investor di pasar modal. Transparansi dan keterbukaan informasi Perusahaan Tercatat menjadi sangat penting sebagai kunci menjaga kepercayaan masyarakat sektor pasar modal di masa pandemi,” ungkap Hoesen.(Tris)

Bagikan

Tinggalkan Balasan