BI Jatim: Ekspor Itu Gampang

Posted by: Reply 282 Views

KJ, Surabaya – Saat diskusi virtual acara NGOPI Vol.6 dengan tema ‘Siap Raih Pasar Ekspor di New Normal’, Rabu (24/06/20) yang dihadiri oleh 272 orang teman NGOPI, dalam sambutannya Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi A. Johansyah mengajak untuk bersama-sama kita tebarkan tag “Ekspor itu Gampang’.

“Dengan harapan supaya Indonesia mengikuti jejak negara lain (seperti Vietnam, Thailand, Korea, dan Turki) yang dengan mudah dapat melakukan kegiatan bisnis ekspor.”ujar Difi A. Johansyah, Rabu (25/06/20).

Ia menambahkan, pertemuan ini diharapkan dapat menjadi mengubah paradigma pelaku usaha agar bersemangat dalam memanfaatkan peluang di pasar global, mengingat potensi produk ekspor Jawa Timur dan Indonesia yang sangat besar.

“BI Jatim juga akan terus berkoordinasi dengan KPwBI di luar negeri seperti, Tokyo, Singapura, dan Beijing), serta perwakilan dagang di Australia dan negara lainnya untuk menjajaki potensi ekspor UMKM.”ungkap Difi.

Sementara itu Mochamad Yatim, dari Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim menyampaikan, bahwa terdapat fasilitas diberikan oleh dirjen bea cukai kepada UMKM yang telah memenuhi persyaratan untuk menjadi IKM ekspor, yaitu berupa fasilitas KITE IKM.

Fasilitas ini ditujukan tidak hanya kepada pengusaha besar saja, namun sekarang juga menyasar pada pelaku usaha kecil atau IKM. Dengan adanya fasilitas ini, Dirjen Bea cukai tidak hanya memfasilitasi kegiatan impor saja, namun juga berkomitmen untuk memfasilitasi kegiatan ekspor IKM., berupa fasilitas pembebasan mesin, pembebasan bahan baku dan pembebasan barang-barang contoh; serta adanya fasilitas PLB yang berfungsi sebagai tempat pameran pemasaran produk untuk dapat dilihat oleh pengusaha asing.

‘Intinya Dirjen Bea cukai siap membantu mendorong kegiatan ekspor untuk UMKM yaitu berupa kemudahan prosedur impor tujuan ekspor bagi pelaku usaha atau IKM.”jelas Moch.Yatim.

Sementara itu Fernanda Reza dari Free Trade Agreement (FTA) Center Surabaya mengatakan, tujuan utama dibentuknya FTA sebagai upaya dalam meningkatkan ekspor yaitu dengan cara melakukan percepatan penyelesaian perjanjian perdagangan dengan negara lain, sehingga Indonesia memiliki daya saing yang tidak kalah dengan negara lain.

“Dalam rangka persiapan Indonesia Australia – CEPA (IACEPA) yang akan berlaku mulai 5 Juli 2020, dihimbau kepada semua pelaku usaha untuk melakukan kegiatan ekspor ke Australia karena produk Indonesia tarifnya 0% masuk ke Australia. Bahwa sampai dengan tahun 2019, Impor Indonesia ke Australia masih lebih besar ketimbang Ekspornya.”ungkapnya.(Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below