KJ, Surabaya – Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (BI) Jatim menilai, gelaran Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2020 diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi regional, yang turun akibat hantaman badai pandemi Covid-19.
Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi A. Johansyah mengatakan, Festival Ekonomi Syariah sebuah event ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia.
Difi menambahkan, kegiatan tahunan berskala nasional yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini telah memasuki tahun ke-7 dengan mengambil tema “Akselerasi Peran Ekonomi Syariah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional”.
“Jawa berperan dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, dimana ekonomi syariah terus berkembang dengan tren yang terus meningkat dalam satu dekade. “ujarnya saat jumpa pers Fesyar 2020 secara virtual, Rabu (30/09/20).
Difi menjelaskan, dengan jumlah pesantren mencapai 75,51% dari total nasional, tambah Difi, Pulau Jawa menjadi poros pemberdayaan ekonomi pesantren nasional.
Selain itu, kata Difi, pangsa penyaluran kredit syariah terhadap total kredit semakin meningkat, dimana pada tahun 2019 mencapai 6,1%, sedangkan penyaluran kredit syariah Jawa mendominasi dengan pangsa pasar mencapai 60%.
Difi kembali mengatakan, berbagai kegiatan pra Fesyar juga terus dilakukan dalam mendukung akselerasi ekonomi syariah di Jawa khususnya Jawa Timur.
Salah satu kegiatan pra Fesyar yang cukup banyak mendapatkan respon yang sangat positif adalah lomba kreasi coklat, dimana antusiasme peserta terasa sampai dengan komunitas WNI di New York.
“Hal tersebut merupakan dukungan yang cukup positif, dalam mendukung ide-ide kreatif pengembangan industri coklat di Indonesia khususnya Jawa Timur.”tutur Difi.
“Kami juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mendaftar untuk dapat mengikuti kelas business coaching ataupun konsultasi coaching clinic UMKM untuk datang ke Fesyar Regional Jawa 2020 secara virtual pada tanggal 5-10 Oktober 2020 di www.FesyarJawa.com,” ungkap Difi A. Johansyah.(Tris)












