BI Pacu Percepatan Investasi

Posted by: Reply 107 Views

KJ, Surabaya – Bank Indonesia (BI) terus memacu percepatan investasi dalam negeri guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit).

Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi A. Johansyahmengatakan, di tengah gejolak kondisi ekonomi global, penguatan kapabilitas industri nasional perlu terus didorong, untuk meningkatkan kontribusi pada perekonomian. 

“Menindaklanjuti upaya tersebut, pemerintah dan Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyepakati enam langkah strategis, untuk memperkuat kinerja industri manufaktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkelanjutan dan inklusif.” ujarnya dalam siaran pers BI Jatim, Kamis (12/09/19).

Ia memaparkan, enam langkah strategis tersebut antara lain, meningkatkan efisiensi logistik melalui pembangunan infrastruktur, kedua, Mendukung peningkatan iklim investasi melalui sistem perizinan, dengan mengimplementasikan Online Single Submission (OSS) versi 1.1.

Ketiga, kata Difi A. Johansyah, mendukung harmonisasi regulasi dan program kebijakan untuk meningkatkan produktivitas industri, antara lain melalui penerbitan ketentuan pelaksanaan super deductible tax, dan penerbitan penyempurnaan ketentuan pendukung Kendaraan Ramah Lingkungan.

Ke Empat, terang Difi, mendukung kelancaran sistem pembayaran melalui satu, perluasan kerjasama Local Currency Settlement untuk perdagangan internasional dengan dua negara mitra, ke dua, perluasan kerjasama Local Currency Settlement untuk investasi (Malaysia, Thailand), serta ke tiga, pengembangan sistem pembayaraan melalui perluasan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan peluncuran Quick Response (QR) Code Indonesian Standard (QRIS).

Difi kembali mengatakan, enam langkah strategis yang ke Lima yaitu,mendorong pembiayaan melalui pembiayaan yang berwawasan lingkungan (green financing) melalui pelonggaran Loan to Value (LTV) dan uang muka, serta pelebaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan perluasan cakupan komponen sumber funding.

“Dan ke Enam yaitu, mendukung promosi perdagangan dan investasi industry manufaktur.”ungkapnya. (Tris)

 

 

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below