Ekbis  

CEO Crown Group: Pandemi Merubah Design Ulang Rumah Dan Apartemen

KJ, Jakarta – Salah satu pengembang teratas di Australia menyerukan kepada industri pengembangan hunian dan Pemerintah, untuk memikirkan kembali standar desain bangunan, sehingga mereka dapat mendorong kesejahteraan fisik dan mental lebih baik pasca-COVID.

Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, pandemi telah memaksa banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, sehingga menciptakan kebutuhan yang lebih mendesak atas rancangan agar lebih mendorong rasa tenang, relaksasi, dan produktivitas.

“Banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja dan belajar dari rumah, menyekolahkan anak-anak mereka di rumah dan berolahraga serta berekreasi,” ujarnya dalam siaran pers Crown Group yang diterima redaksi kabarjagad.id, Senin (26/01/20).

Ia menjelaskan, mereka yang tinggal di hunian yang dirancang dengan baik akan menawarkan banyak ruang hidup dan kerja, akses ke taman dan udara segar, serta fasilitas seperti area bermain, fasilitas kebugaran, dan ruang musik, akan jauh lebih mampu menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang baru ini.

Iwan Sunito menerangkan, beberapa pengembang bersaing dalam bidang ini – pemukiman sehat bernilai sekitar Rp. 1,340 triliun, atau 1,5% dari konstruksi global, menurut Global Wellness Institute.

Namun sayangnya, kata Iwan Sunito, tidak semua hunian dirancang seperti ini – dan para penghuninya benar-benar dapat merasakan perbedaannya.

“Pandemi memaksa pemikiran ulang atas desain rumah dan apartemen sehingga semua penghuni dapat merasa aman, santai, dan terhubung secara sosial saat berada di rumah.”jelas Iwan Sunito.

Dirinya menambahkan, hal ini pada akhirnya akan menghasilkan kesehatan fisik dan mental yang lebih baik di seluruh dunia. Industri perhotelan sangat fokus pada kesehatan; industri perumahan juga perlu melakukannya.

“Ini bukan hanya tentang bangunan yang berkelanjutan tetapi gaya hidup berkelanjutan.”terangnya.

Iwan Sunito kembali mengatakan, salah satu langkah pertama yang harus dilakukan oleh pengembang dan desainer adalah membawa alam ke dalam bangunan, tanaman hijau, air, cahaya alami dan udara segar.

Dirinya kembali menjelaskan, banyak penelitian di seluruh dunia telah membuktikan bahwa berada di antara alam dapat meningkatkan suasana hati dan bahkan kecerdasan kita. Salah satu universitas terbesar di dunia, University of Minnesota, telah mempelajari pengaruh alam terhadap ketenangan pikiran masyarakat di departemen biofisiknya.

Penelitian mereka membuktikan bahwa alam membuat orang merasa lebih selaras dengan diri mereka sendiri dan memiliki kemampuan untuk menyembuhkan, memulihkan, dan menghubungkan indivdu.

Crown Group, tambah Iwan Sunito, selalu mendesain apartemennya dengan fasilitas khas bergaya resor, untuk menyediakan lingkungan yang santai dan sehat bagi penghuninya. Suatu pendekatan yang ternyata akan sesuai dengan kebutuhan di Dunia pasca pandemi.

“Bahkan setelah pandemi ini berakhir, orang akan lebih banyak bekerja dari rumah, jadi ini adalah kebutuhan yang akan bertahan,” ungkap Iwan Sunito.

Sementara itu, Director of City Strategy and Place Urbis, Michael Stott mengatakan, pandemi akan menyebabkan permintaan yang lebih besar untuk ruang hidup dengan zona yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi pekerjaan dari rumah dan area umum bersama, akses ke alam, alam terbuka dan cahaya alami, itu juga dapat mengubah prioritas masyarkat perihal lokasi hunian mereka.

Itu juga bisa memicu pemikiran ulang atas open plan living dari bentuknya saat ini.

Urbis adalah firma konsultan interdisipliner yang menawarkan jasa dalam perencanaan, desain, properti, perencanaan sosial, ekonomi dan penelitian.

Bekerja dengan klien pada tugas yang terintegrasi atau berdiri sendiri, Urbis menyediakan penelitian sosial, analisis dan nasihat yang menjadi dasar utama pengambilan keputusan sosial, komersial dan lingkungan. Kantor Urbis tersebar di Melbourne, Sydney, Brisbane, Gold Coast dan Perth.

“Apa yang mungkin akan berubah saat kita bergerak melalui virus corona dan keadaan menjadi normal baru, adalah di mana orang memilih untuk hidup akan menjadi yang nomor dua dibandingkan bagaimana mereka ingin hunian mereka berfungsi.”pungkas Michael Stott.(Tris)

Bagikan

Tinggalkan Balasan