Ekbis  

Crown Group: Properti Di Indonesia Perlu Dukungan Perbankan

KJ, Jakarta – Crown Group Indonesia menjelaskan bahwa setiap orang yang ingin memiliki properti kedua di Australia bisa mengajukan refinancing dari kredit kepemilikan apartemen pertamanya.  

Manajer Penjualan Crown Group Indonesia, Reiza Arief mengatakan, perbedaan sistem perbankan antara Australia dan Indonesia untuk menjawab beberapa pertanyaan yang muncul perihal kepemilikan unit kedua bagi pembeli asing. 

“Memang sistem perbankan di Australia memungkinkan para nasabahnya untuk melakukan refinancing atas KPA unit pertamanya meskipun cicilan belum selesai”ujarnya dalam siaran pers Crown Group, Rabu (17/03/21).

Ia menambahkan, biasanya ini dilakukan konsumen Ketika KPA mereka sudah berjalan 5 tahun dengan asumsi sudah terjadi kenaikan nilai unit pertama hingga 50%. Dan perbankan di Australia bisa memberikan pinjaman KPA kedua kepada konsumen hingga 80% dari harga unit yang ditawarkan.

“Sedangkan rata-rata tingkat kekosongan unit di Australia adalah 1,9%, artinya sangat sedikit unit apartemen yang tidak disewa/ditempati, meski terjadi lonjakan untuk Sydney dan Melbourne akibat pandemi Covid-19 dan diperkirakan akan kembali ke tingkat normal. ketika perbatasan internasional telah dibuka kembali” tambah Reiza.

Reiza Arief yang merupakan alumnus dari Monash University di Melbourne dan sudah berkecimpung di dunia properti Australia selama lebih dari 1 dekade ini juga menjelaskan, bahwa perbankan di Australia bisa memberikan pinjaman kedua mengingat nasabah akan membayar cicilan KPA dari pendapatan sewa.

“Kondisi ini memang agak berbeda dengan Indonesia dimana rata-rata tingkat kekosongan unit apartemen mencapai 40% – 50%, sementara bunga KPA terutama untuk refinancing lebih tinggi di kisaran 5% (Fixed rate) hingga 10% (Float rate).”terangnya.

Di kondisi pasar saat ini, jelas Reiza Arief, akan sangat membantu apabila perbankan Indonesia mengikuti langkah perbankan Australia yang menurunkan suku bunga hingga dua kali pada tahun 2020 kemarin untuk memberikan stimulus pada pasar properti.

Pertanyaannya adalah mengapa tingkat kekosongan unit apartemen di Australia bisa begitu rendah?

Karena pemerintah Australia betul-betul menjaga titik ekulibrium antara pasokan dengan permintaan.

“Pemerintah Australia menjaga ketat pasokan dan kebutuhan akan properti melalui beberapa mekanisme regulasi seperti izin membangun yang ketat, pembatasan zona pembangunan dan regulasi perbankan.”ungkapnya.(Trs)

 

 

 

 

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan