Dampak Larangan Mudik, Okupansi Desa Wisata Akan Melonjak

Posted by: Reply 92 Views

KJ, Surabaya – Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disparta) Jatim memproyeksikan, kebijakan pemerintah terhadap larangan mudik lebaran tahun ini, akan berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke desa-desa wisata yang ada di Jatim.

Kadisparta Jatim, Sinarto mengatakan, dalam rangka memulihkan ekonomi dimasa sulit pandemi saat ini, pergerakan Wisatawan Nusantara (Wisnus) sangat penting untuk sekarang ini. 

“Yang kami lakukan adalah memutar orang atau wisatawan yang ada di daerah sekitar dari desa ke desa, sehingga saat ini desa wisata menjadi salah satu destinasi unggulan wisata daerah.”ujarnya di sela acara ‘Pelatihan wartawan BI Jatim’ di Surabaya, Sabtu (17/04/21).

Ia menjelaskan, saat kunjungan wisatawan ke desa-desa wisata, kami tetap meminta kepada pengunjung dengan tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) sesuai Surat Edaran (SE) pemerintah daerah masing-masing. 

“Kami meminta Bupati dan Walikota di Jatim untuk mengeluarkan SE tentang, Prokes ketat disetiap destinasi desa wisata.”tegasnya.

Lebih lanjut Sinarto mengatakan, desa wisata merupakan destinasi wisata dimana para guide nya merupakan warga lokal atau warga setempat. 

Dan saya pikir meskipun ada kebijakan larangan mudik, jelas Sinarto, tingkat kunjungan wisatawan ke Jatim sudah mencapai 10 juta wisatawan sampai dengan tahun ini.

“Kedepan untuk meningkatkan pariwisata di Jatim kita akan berkolaborasi dengan Kabupaten dan Kota, dimana sektor pariwisata harus seiring sejalan dengan kesehatan, dengan BPBD, Perhubungan, jadi semua bisa kita satukan menjadi akses kepariwisataan.”terang Sinarto.

Dirinya kembali menambahkan, beberapa daerah di Jatim sudah mulai melakukan kolaborasi ini seperti, Banyuwangi, Magetan, Malang Raya, Trawas, dan Mojokerto.

Ini sudah dibuktikan, tambah Sinarto, ketika masih masa pandemi Covid-19 semua daerah yang melakukan kolaborasi, penangan Covid-19 nya bergerak begitu cepat.

Bahkan ada daerah yang langsung meminta kepada pemerintah, agar ada pemeriksaan kesehatan di titik-titik desa wisata.

“Sekarang kalau bepergian kan orang musti sehat kok, kalau tidak sehat kan tidak mungkin boleh bepergian. Jadi kesehatan ini sudah menjadi produk budaya, demi memutus mata rantai pandemi Covid-19.”ungkapnya.(Trs)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below