Ekbis  

DPK Bank Syariah Indonesia Capai Rp210 Triliun

KJ, Jakarta – Saat pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka memperkenalkan nama Bank Syariah Indonesia secara virtual, Kamis (04/02/21) Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia, Tbk, Hery Gunardi menyampaikan, per Desember lalu Bank Syariah Indonesia memiliki total aset sebesar Rp240 triliun, total pembiayaan sebesar Rp157 triliun, dan total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp210 triliun, serta modal inti sebesar Rp 22,60 triliun.

Selain itu, kata Hery Gunardi, Bank Syariah Indonesia dengan kode saham ‘BRIS’ kini memiliki lebih dari 1.200 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan 22 ribu karyawan. 

“Sementara kami sampaikan bahwa, harga saham Bank Syariah Indonesia, Tbk (BRIS) pada saat IPO sebesar Rp510, dan sampai per 03 Februari 2021 harga saham BRIS di bursa mencapai Rp2.750. Artinya harga saham BRIS naik 5 kali lipat dibanding saat IPO.”ujarnya, Kamis (04/02/21).

Hery Gunardi menjelaskan, market kapitalisasi BRIS saat IPO  hanya sebesar Rp 4,96 triliun per 03 Februari 2021 kemarin.

“Nah dengan adanya tambahan saham dari dua bank lainnya yang tergabung di Bank Syariah Indonesia, Tbk per 03 Februari kemarin, naik 10 kali lipat yakni mencapai Rp112,8 ttriliun”terangnya.

Hery Gunardi kembali mengatakan, kinerja saham BRIS yang positif ditengah pandemi Covid-19, kami berharap saham BRIS menjadi primadona di bursa, serta bisa masuk kedalam IDX BUMN 2020. 

Selain itu, kami berharap kinerja BRIS yang positif dapat mendorong serta menginspirasi sektor keuangan, terutama sektor keuangan syariah untuk dapat melantai di BEI.

“Kami juga berharap Bank Syariah Indonesia akan menjadi bank peringkat ke tujuh di Indonesia.”ungkapnya.(Tris)

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan