KJ, Jakarta – Bank Indonesia sekuat tenaga bersama pemerintah dan lembaga keuangan lainnya, berjibaku menopang fundamental ekonomi, agar ekonomi nasional tidak terpuruk dihantam badai virus corona Covid-19.
Seperti diketahui, virus corona yang membuat keterbatasan mobilitas manusia berdampak pada ekonomi di semua negara di dunia ini. Perekonomian global terkontraksi cukup hebat diangka 5,3%, sehingga pertumbuhan ekonomi dunia hanya dikisaran angka 3,3%.
Beruntung, Indonesia ekonominya tetap tumbuh di tahun 2020 diangka 5,3%. Ini karena Bank Indonesia cermat, cepat, dan tanggap mengantisipasi gejolak ekonomi selama Covid-19.
Dari Laporan Tahunan Bank Indonesia (LTBI) Tahun 2020, Bank Indonesia (BI) terus berupaya memulihkan ekonomi, dan optimisme nya BI ekonomi nasional tetap tumbuh, terlebih sudah didistribusikan nya vaksin Covid-19.
Rabu (27/01/21) via kanal YouTube, Bank Indonesia meluncurkan Laporan Akuntabilitas Tahun 2020 yang terdiri dari Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2020 dan Laporan Tahunan Bank Indonesia (LTBI) 2020 dengan mengangkat tema Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi,
“Publikasi laporan tersebut sebagai perwujudan akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam UU Bank Indonesia”, demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam sambutannya, Rabu (27/01/21)
Ia menjelaskan, sebagaimana disebutkan dalam pasal 58 ayat 6 Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2009, setiap awal tahun anggaran, Bank Indonesia wajib menyampaikan informasi kepada masyarakat yang memuat, (i) evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan moneter pada tahun sebelumnya; serta (ii) rencana kebijakan moneter dan penetapan sasaran moneter untuk tahun yang akan datang, dengan mempertimbangkan sasaran laju inflasi serta perkembangan kondisi ekonomi dan keuangan.
Perry Warjiyo menyebutkan, LPI 2020 menjabarkan pesan kunci terkait kinerja ekonomi dan prospeknya, serta sinergi kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan dan mendorong pemulihan ekonomi dalam menghadapi Covid-19.
Sementara itu, kata Gubernur BI tersebut, LTBI 2020 memaparkan kinerja di area kebijakan dan pengelolaan kelembagaan Bank Indonesia yang dilakukan berlandaskan tata kelola yang baik untuk mendukung terlaksananya pelaksanaan tugas dan wewenang khususnya dalam masa pandemi Covid-19.
Lebih lanjut, Perry Warjiyo menyampaikan tiga penguatan pada publikasi Laporan Akuntabilitas Bank Indonesia Tahun 2020, yaitu pertama, memulai tradisi baru rangkaian peluncuran publikasi akuntabilitas tahunan Bank Indonesia.
Tradisi ini diawali Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) pada 3 Desember 2020, dilanjutkan dengan publikasi LPI 2020 dan LTBI 2020.
Kedua, jelas Perry Warjiyo, mempercepat penerbitan kedua laporan tersebut pada Januari 2021 dengan tujuan untuk memberikan arah ekonomi dan kebijakan ke depan kepada seluruh pelaku ekonomi, sehingga dapat mendukung optimisme perekonomian, sekaligus menyediakan rujukan publikasi yang berkualitas dan terpercaya.
“Dan Ketiga, memperkuat penyusunan laporan secara tematik yang telah dimulai sejak 2019.”ungkapnya.(Tris)












