OJK Dorong Produktifitas Kopi Bondowoso

Posted by: Reply 81 Views

KJ, Bondowoso – Bertempat di Hotel Grand Padi Bondowoso, (14/11/19) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta BPD Jawa Timur yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan “Business Matching Percepatan Akses Keuangan serta Pelatihan, Literasi dan Inklusi (PETIK) Keuangan” kepada 70 Petani Kopi di Bondowoso. 

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Agung Trihandono.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan, dan audiensi yang telah dilakukan sebelumnya kepada beberapa Kelompok Tani (Poktan) di Bondowoso. 

“Dari hasil kunjungan tersebut, diketahui bahwa Poktan membutuhkan pembiayaan untuk peningkatan kapasitas produksi, pembangunan gudang dan pembelian dryer, sosialisasi mengenai izin ekspor dan pelatihan terkait manajemen operasional.” ujarnya dalam siaran pers OJK KR 4 Jatim, Selasa (18/11/19).

Ia menjelaskan, sebagai salah satu komoditas andalan Bondowoso, komoditas kopi menjadi salah satu sasaran dalam Program Kerja TPAKD Provinsi Jawa Timur tahun 2019. 

Oleh karena itu, kata Heru Cahyono, sebagai bentuk komitmen dalam membantu petani kopi untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

“TPAKD melalui BPD Jawa Timur secara simbolis memberikan kredit pembiayaan kepada Perwakilan Poktan sebesar 200 Juta dan 700 Juta.” jelas Heru Cahyono.

Sementara itu Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Agung Trihandono mengatakan, saat ini Bondowoso memiliki lahan perkebunan kopi lebih dari 14 ribu hektar, yang tersebar di kawasan Gunung Ijen dan Gunung Raung. 

Melalui potensi kopi yang dimiliki, terang Agung, Pemkab Bondowoso berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan warganya dengan memberikan bantuan berupa pemberian pohon kopi, pelatihan tentang cara penanaman kopi yang baik dan pelatihan kepada para petani, tentang pengelolaan keuangan agar uang hasil panen kopi tidak habis untuk dibelikan barang konsumtif.   

Agung menambahkan, komoditas kopi Bondowoso yang telah merambah pangsa pasar internasional terutama kopi jenis Arabica Java Ijen atau yang lebih dikenal dengan sebutan Java Coffee, layak untuk mendapatkan perhatian dari TPAKD. 

“Menurut data BPS tahun 2017, produksi kopi di Bondowoso mencapai 8670 Ton pertahun. pruduksi ini merupakan yang terbesar ke 4 di Indonesia setelah Banyuwangi, Jember dan Malang.”ungkapnya.(Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below