OJK: Pinjol Ilegal, Hantu Punya KTP Bisa Pinjem Duit

Posted by: Reply 51 Views

KJ, Surabaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi terus menghimbau kepada masyarakat, agar tidak terjebak oleh kemudahan meminjam uang lewat Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal.

Pasalnya, pinjaman online ilegal jelas-jelas mencekik nasabah dengan berbagai siasat jahat demi keuntungan melimpah dari nasabah.

Untuk itu, OJK terus melakukan upaya preventif bekerjasama dengan Kepolisian dalam menertibkan Pinjol-Pinjol Ilegal yang merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan, kemudahan yang diberikan Pinjol Ilegal dalam menggaet nasabah membuat nasabah tertarik untuk meminjam uang.

“Bahkan saking mudahnya persyaratan, hantu yang penting punya KTP juga bisa diberikan pinjaman uang oleh Pinjol Ilegal.”ujarnya disela Webinar ‘Mencari Solusi Penanganan Pinjaman Online Ilegal’, Selasa sore (22/06/21).

Tongam L. Tobing menjelaskan, hingga saat ini Fintech pinjaman online legal yang terdaftar di OJK ada 145 perusahan pinjol, dengan total 60 juta nasabah, serta dana pengelolaan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp190 triliun dengan dana outstanding sebesar Rp20 triliun.

Tongam L. Tobing membenarkan, bahwa pinjaman online sangat membantu masyarakat ditengah kesulitan keuangan. Namun, sangat menjadi sengsara jika nasabah masuk ke pinjaman online ilegal.

“Pinjol legal diawasi oleh OJK, sementara Ilegal luput dari pengawasan. Kami sudah bekerjasama dengan 13 lembaga untuk bahu membahu memberantas pinjol ilegal ini.”tegasnya.

Lebih lanjut Tongam L. Tobing menerangkan, ciri-cari dari pinjaman online ilegal pertama, tidak terdaftar di OJK, mudah meminjam dana hanya dengan modal KTP dan foto personal saja sudah jadi pinjaman, kemudian calon nasabah diminta seluruh kontak person yang ada di HP nya.

“Makanya kalau boleh saya sebut, hantu pun jika punya KTP mungkin bisa dipinjamkan juga sama Pinjol ilegal.”jelasnya.

Tongam L. Tobing kembali mengatakan, modal kekuatan dari pinjol online adalah di nomor kontak personal yang ada di HP nasabah. Oleh karena itu nasabah selalu ditawarkan untuk memberikan nomor kontak personal.

Selain itu, tambah Tongam L. Tobing, pinjol ilegal memiliki jeratan bunga dan tenor waktu yang sangat kejam. Misalnya, pinjam 1 juta ditransfer 600 ribu rupiah, bunga yang dijanjikan 5% per hari saat sudah terikat akad menjadi 11% per hari, ditambah lagi misalnya jatuh tempo yang tadinya 9 hari menjadi 7 hari.

Parahnya, tambah Tongam, ketika nasabah telat membayar maka ditagih oleh pinjoli ilegal dengan cara yang sangat-sangat tidak beretika, bahkan sampai terjadi pelecehan seksual dengan kata-kata yang tidak sopan, ini yang terjadi di pinjol ilegal.

“Jadi kami minta kepada masyarakat berhati-hatilah dengan pinjaman online ilegal. OJK sudah sangat sering melakukan edukasi, agar masyarakat jangan terbujuk rayu pinjol ilegal.”ungkapnya.(Trs)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below