Okupansi Hotel Ibis Budget HR. Muhammad Capai 50%

Posted by: Reply 114 Views

KJ, Surabaya – Pasca penyegelan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya awal Oktober lalu, karena belum memiliki izin pengolahan limbah cair (B3), tingkat hunian kamar atau okupansi hotel Ibis Budget HR. Muhammad tetap stabil.

Hotel Manager Ibis Budget HR. Muhammad, Budi Setiawan mengatakan,  penyegelan hotel tidak banyak berpengaruh signifikan terhadap tamu hotel. 

Karena sejak insiden penyegelan, kami langsung kooperatif kepada Pemkot Surabaya, dengan melengkapi perizinan yang belum terpenuhi.

“Hasilnya, penyegelan hanya berlangsung tiga hari saja, setelah itu hotel kembali beroperasi seperti biasa.” ujarnya saat dihubungi via HP, Senin (18/21/19).

Ia menjelaskan, kurang lebih satu bulan ini okupansi hotel stabil tetap diangka 50%, berbeda dengan hotel berbintang. Bagi kami, kata Budi S, okupansi hotel budget dikisaran 50% sudah cukup baik, karena memang bukan hotel leasure, atau wisata, tamu hotel lebih kepada kepentingan bisnis.

“Oleh karena itu kontribusi terbesar adalah segmen bisnis, bisa 40% dari total okupansi, selebihnya ada agen dengan share okupansi 15%.” terang Budi S.

Lebih lanjut Ia mengatakan, terkait penyegelan hotel kami, tidak ada sedikitpun pandangan negatif dari tamu maupun customer soal penyegelan. 

Karena memang di wilayah Surabaya Barat di HR. Muhammad ini merupakan sentra bisnis, kuliner, perdagangan, ritel, jadi Hotel Ibis Budget tetap ramai. “Jadi tetap okupansi kita 50%.” tegasnya.

Saat disinggung jelang akhir tahun, Budi S mengatakan, berbeda dengan hotel bintang dimana menjelang akhir tahun okupansi mulai bergerak naik. 

Namun hotel budget volume kenaikannya tidak sedrastris hotel bintang, karena memang khusus bisnis saja yang menginap di hotel budget.

“Akhir tahun biasanya di kami last minute baru okupansi melonjak tajam bisa 85%, kalau saat ini standar masih 50% okupansi kami.” ungkapnya. (Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below