KJ, Jakarta – Selama semester pertama tahun 2020, layanan mobile banking Bang Tabungan Negara (BTN) alami lonjakan yang cukup signifikan.
Lonjakan terjadi karena masyarakat lebih banyak menggunakan transaksi online dibanding off line (tatap muka), selama masa pandemi Covid-19.
Direktur Finance, Planning, and Treasury Bank BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, ditengah pandemi Covid-19 telah terjadi gaya hidup baru, working, living and playing, semuanya dilakukan dari rumah.
“Selain itu, transaksi melalui mobile and internet banking BTN alami pertumbuhan luar biasa. Selain untuk efisiensi, kami menutup 100 outlet fisik,”ujarnya saat jumpa pers BTN di acara Pubex 2020 BEI secara virtual, Selasa (25/08/20).
Ia menjelaskan, dengan meningkatnya penggunaan mobile banking, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. makin memperkuat layanan bisnis berbasis digital. Ini seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang sebagian aktivitas keseharian dilakukan secara online.
Nixon LP Napitupulu kembali mengatakan, pandemi Covid-19 telah membuat perseroan melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari strategi bisnis, proses bisnis, hingga target bisnis perseroan.
Dirinya menerangkan, jumlah pengguna mobile banking BTN tahun ini alami kenaikan 29,88 persen dari 2019 (year on year) Tahun 2019 sebanyak 1,015,000 pengguna menjadi 1,319,000 pengguna. Dari jumlah transaksi juga naik 31,56 persen dari 25,95 juta transaksi (2019) menjadi 34,14 juta transaksi (2020). Sementara nilai transaksi juga melesat dari 4,32 triliun (2019) menjadi Rp 5,69 triliun.
Sedangkan pengguna internet banking, papar Nixon, dari 191 ribu (2019) jadi 456 ribu (2020) atau naik 139,25 persen. Jumlah transaksi dari 2,44 juta (2019) menjadi 2,96 juta (2020) dengan nilai transaksi dari 432,53 miliar (2019) naik menjadi 492,66 miliar (2020).
”Melalui BTN Solusi juga terjadi kenaikan pengguna payroll baru yakni 15.964 per 30 Juni 2020.”jelas Nixon.
Nixon kembali mengatakan, total pengguna payroll BTN sebesar 120.474 number of account. Tidak itu saja, kinerja BTN Properti Portal per 30 Juni 2020, mampu menarik 2.172 developer, 95.137 member, 2.785 proyek perumahan dan 686.090 unit stok property.
Portal properti dikunjungi lebih dari 2,91 juta viewer dengan jumlah pengajuan kredit mencapai 11.814. Sebanyak 2.235 unit rumah terbeli dengan nilai realisasi kredit Rp697,58 miliar,”ungkap Nixon.
Menurut Nixon, dengan berbagai penyesuaian yang dilakukan, Bank BTN membidik laba bersih pada kisaran Rp1,1 triliun-Rp1,2 triliun pada akhir 2020 nanti. Di Juni 2020, laba bersih on-track di level Rp768 miliar.
Pihaknya optimistis dapat mencapai target laba bersih pada akhir 2020 didukung strategi, peningkatan permintaan kredit, dan likuiditas pasar yang membaik.
Perseroan membidik total aset akan tumbuh di level 4-5 persen. Kemudian, kredit dan pembiayaan ditargetkan naik di level 5-6 persen. Lalu, Bank BTN juga menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) akan tumbuh pada kisaran 8-9 persen.
“Tentunya kami tetap berfokus perbaikan kualitas aset dan peningkatan dana murah untuk dapat menekan cost of fund,” ungkap Nixon. (Tris)












