KJ, Surabaya – Ditengah peluncuran produk probiotik PRO EM-1 yang diresmikan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny Lukito, Kamis (05/11/20) di Malang-Jawa Timur, Dirut PT Agro Mitra Alementare (AMA), Ge Recta Geson mengatakan, saat ini produk PRO EM-1 masih memperkuat produk kesehatan untuk pasar dalam negeri.
“Sebenarnya sudah ada permintaan dari dua negara yaitu, Thailand dan Malaysia. Tapi karena volume produksi kita masih jauh dari kapasitas terpasang, jadi lebih pada prioritas kebutuhan pasar dalam negeri dulu.”ujarnya kepada wartawan di pabrik PT AMA di Malang-Jawa Timur, Kamis (05/11/20).
Ge Recta Geson menjelaskan, produk probiotik PRO EM-1 sekitar 80% diutamakan untuk konsumsi masyarakat Indonesia karena untuk kesehatan tubuh, terutama masih di masa pandemi Covid-19, jadi belum prioritas ekspor.
Dirinya menerangkan, kapasitas produksi PRO EM-1 saat ini satu bulan dengan kapasitas 10 tangki bisa memproduksi 20.000 botol PRO M1, dengan kapasitas terpasang saat ini mencapai 60 tangki yang ada di pabrik PT AMA.
“Jadi per bulan kami bisa produksi 120 ribu botol PRO EM-1.”terang Ge Recta Geson.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, sekarang untuk pemasaran PRO M1 sekarang terbesar masih di Surabaya. Kota lainnya distribusi PRO EM-1 ada di Bali, Lombok, Lampung, Palembang, Jakarta, Bandung, Riau, Sorong, hingga Papua Barat.
Ge Recta Geson kembali mengatakan, terbaru untuk memperluas pemasaran, produk PRO EM-1 kini sudah banyak reseller termasuk penjualan di online shop seperti, tokopedia, dan Shoope.
“AMA terus memperluas pangsa pasar PRO EM-1, terutama dikalangan masyarakat untuk membantu kesehatan tubuh.”ungkapnya.(Tris)












