KJ, Jakarta – Dalam rangka memperluas pangsa pasar dan memperkuat basis permodalan melalui saham publik, PT Victoria Care Indonesia Tbk, (VICI) per 17 Desember 2020 melakukan go publik dengan mencatatkan saham perdananya initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan kode saham VICI.
Seperti diketahui Victoria Care Indonesia (VICI) merupakan produsen kosmetik dan produk perawatan tubuh sejak tahun 2006.
Direktur Utama PT Victoria Care Indonesia Tbk, Billy Hartono Salim mengatakan, sejak tahun 2006 distribusi produk VICI sudah merata di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai Papua.
“Bahkan produk kami sudah mulai masuk ke pasar internasional.” ujar Billy Hartono Salim, Dirut VICI dalam sambutannya saat pencatatan perdana saham VICI di lantai bursa via Youtube channel, Kamis (17/12/20).
Ia menjelaskan, pasar luar negeri produk kesehatan VICI diantaranya ke Jepang, Brunei Darussalam, Timor Leste, Malaysia, Myanmar, Korea Selatan, Hongkong, dan China.
Billy Hartono Salim menerangkan, perseroan memiliki produk kesehatan lengkap mulai dari, perawatan rambut, perawatan tubuh, perawatan wajah, dengan produk VICI yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.
Diantaranya, kata Billy H. Salim yaitu, brand produk Miranda Hair Care, Herborist Beauty by Nature, Victoria, Nuface, CBD, dan body scent Sixsence.
“Ini produk VICi yang sudah terkenal di pasar.” tegasnya.
Billy Hartono Salim kembali mengatakan, sejak tahun 2016 produk VICI beberapa kali mendapat penghargaan dari Top Brand Award dengan berbagai kategori salah satunya, minyak rambut dan zaitun.
Dirinya menambahkan, perseroan akan terus melakukan inovasi produk seperti minyak rambut, pasta gigi, sabun, dan bahan pembersih kebutuhan rumah tangga, yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
“Tentunya kami mengedepankan kualitas produk bagi masyarakat.” terangnya.
Ia kembali menambahkan, pasca IPO ini perusahaan akan tetap terus mempertahankan kinerja perseoran nya, sebagai salah satu perusahaan publik yang dapat dipercaya dan dapat dihandalkan
“Hal ini tentunya akan dapat membantu pemerintah dalam hal devisa negara, melalui penjualan ekspor. Dan nama Indonesia akan semakin dikenal di manca negara.” ungkap Billy Hartono Salim.
Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, dengan pencatatan saham perdananya di lantai bursa, PT Victoria Care Indonesia (VICI) menjadi bagian dari capital market ekosistem, yang tentunya menjadi perusahaan go publik yanh naik kelas.
“Selamat kepada VICI yang telah memulai saham perdananya di Bursa Efek Indonesia. Jangan menunggu besar untuk go publik, tapi jadilah besar dengan go publik.” tutur I Gede Nyoman.(Tris)












