Tampilkan Batik Khas Jatim, TPS Gelar Perayaan Hari Batik Nasional

Posted by: Reply 109 Views

KJ,Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober, Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mempunyai cara yang berbeda untuk merayakannya. 

Dengan tema “Pesona Batik Indonesia”, Jumat (04/10/19) bertempat di Hotel Majapahit, TPS mengajak para wanita yang terdiri atas istri pegawai Pelindo III (Perispindo), serta para pegawai perempuan TPS dan Pelindo III Group, customer TPS baik shipping line maupun forwarding, Komunitas Perempuan Logistik dan Kepelabuhanan, instansi perbankan serta dari Asosiasi Pengguna Jasa.

Legal & Commercial Manager TPS, Erika A. Palupi mengatakan, kegiatan ini bukan kali pertama TPS menyelenggarakan acara khusus perempuan yang melibatkan beberapa unsur pelabuhan. Sebelumnya, pada peringatan International Women’s Day, TPS juga menyelenggarakan acara serupa. 

“Selain bertujuan untuk dapat semakin memperkaya wawasan akan warisan budaya Indonesia, khususnya batik Jawa Timur, acara ini juga dilaksanakan untuk tetap menjalin komunikasi, dan silaturahmi yang hangat antar praktisi logistik dan kepelabuhanan.” ujarnya dalam siaran pers PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), yang diterima redaksi kabarjagad.id, Sabtu (05/10/19).

Ia menambahkan, diharapkan bahwa komunikasi dan silaturahmi yang dekat dan hangat akan dapat memperkuat jalinan kerjasama yang telah terjalin selama ini, terlebih untuk mendukung industri logistik dan kepelabuhanan Indonesia yang unggul.

“Momen ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap budaya, potensi perempuan Indonesia serta bagaimana perempuan dapat senantiasa berperan untuk kemajuan bangsa, dimulai dari diri sendiri.” Ungkap Erika.

Sementara itu, Muchammad Solech Public Relations PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mengatakan, dalam kegiatan Hari Batik Nasional, selain games dan doorprize seru, acara makin heboh dengan Bazar UKM (Unit Kerja Menengah) yang turut mendukung acara.  UKM yang hadir menampilkan produk-produk kerajinan batik, aksesoris etnik dan minuman tradisional (jamu).

“Acara semakin seru ketika hampir 200 undangan yang hadir, diberi kesempatan memamerkan karya berkainnya masing-masing, berjalan diiringi musik, serasa berada di catwalk.” ungkap M.Solech.(Tris)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below