Tingkatkan Literasi Keuangan, AFPI Gelar Fintech 2019 Di Surabaya

Posted by: Reply 301 Views

KJ, Surabaya – Sebagai komitmen dalam mendukung pemerataan literasi keuangan digital di Indonesia, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyelenggarakan Fintech Exhibition 2019 di Surabaya. 

Bertempat di SCC Pakuwon Trade Center, kegiatan ini menjadi inisiatif berkelanjutan AFPI dan anggota penyelenggara untuk aktif berkontribusi mendukung program pemerintah, dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Indonesia.

Fintech Exhibition Surabaya 2019 yang mengambil tema #MulaiDenganFintech dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, dan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat, dan OJK Regional 4 Jawa Timur. 

Acara ini akan dikemas dengan Talkshow, Exhibition, dan Entertainment serta menghadirkan beragam informasi produk dan layanan dari 70 perusahaan penyelenggara fintech lending di Indonesia. 

Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi mengatakan, Surabaya sebagai ibu kota dan juga pusat perekonomian Jawa Timur menjadi bagian dalam peningkatan industri fintech lending. 

“Acara ini ditujukan kepada seluruh warga kota Surabaya untuk memperoleh informasi secara transparan, terkait industri yang tumbuh dengan sangat cepat di Indonesia selama tiga tahun terakhir.” ujarnya saat pembukaan Fintech Exhibition Surabaya 2019 di Surabaya, Jumat (29/11).

Ia menambahkan, dengan acara ini, kami berharap masyarakat Surabaya semakin mengetahui dan teredukasi mengenai industri fintech lending yang berizin dan terdaftar di OJK. 

Sehingga, kata Adrian, ketika ingin bertransaksi menggunakan industri ini sudah bisa membedakan mana fintech lending yang resmi dan mana yang ilegal.

Adrian Gunadi menjelaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendata Jawa Timur menjadi daerah ketiga dengan penyaluran pinjaman terbesar di Indonesia pada industri fintech lending. 

Setidaknya, penyaluran pinjaman di Jawa Timur mencapai Rp 6,63 triliun per 30 September 2019 atau sekitar 11% dari total akumulasi penyaluran pinjaman secara nasional sebesar Rp 60,4 triliun dengan transaksi peminjam (borrower) yang juga mengalami peningkatan hingga 261% year-to-date mencapai 5.812.821 akun borrower.

Adrian menambahkan selain memperoleh informasi, masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya juga dapat menikmati berbagai penawaran khusus dari para penyelenggara yang hadir kali ini. 

Mereka secara langsung dapat melihat platform Fintech mana saja yang terdaftar melalui acara ini selain dengan mengakses di website OJK dan AFPI.

Adrian kembali mengatakan, Fintech Exhibition di Surabaya juga akan diisi oleh berbagai diskusi interaktif yang akan mengedukasi pengujung dan masyarakat Surabaya dengan berbagai tema seperti “Inovasi dan Perkembangan Fintech di Indonesia”, “Fintech Aman untuk Kita Semua”, dan “Fintech Menjangkau yang Tidak Terjangkau”.

“Dalam industri fintech lending, para penyelenggara tidak hanya mencari mereka yang membutuhkan dana atau pinjaman sebagai borrower tapi juga mereka yang ingin menginvestasikan dana mereka sebagai lender.”terang Adrian.

Dirinya berhara, melalui diskusi ini mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat secara umum, bahwa Fintech P2P Lending tidak hanya menawarkan bentuk pinjaman namun menjadi solusi investasi, bagi mereka dalam mempersiapkan perencanaan keuangan di masa depan.

Sementara Kepala Humas dan Hubungan Industrial AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, sebagai pemrakarsa kegiatan ini, AFPI menargetkan sepuluh ribu pengunjung yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku usaha UMKM dalam tiga hari pelaksanaan. 

Acara ini akan memberikan edukasi dan layanan kepada masyarakat untuk merasakan layanan finansial yang bermanfaat, terutama bagi yang membutuhkan pinjaman dan yang memberikan pinjaman.

“Kami tidak memberikan target khusus karena semangat utama dari acara ini adalah untuk menyampaikan informasi secara lengkap, transparan, dan aktual agar masyarakat dapat menerima manfaat yang sebesar-besarnya dari penggunaan fintech lending pilihan mereka.” Jelas Tumbur

Tumbur melanjutkan, Fintech P2P Lending di Indonesia hadir dengan berbagai spesialisasi dan kelebihan di setiap platformnya. Namun AFPI memastikan masyarakat tidak akan salah memilih layanan Fintech P2P Lending yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka, selama penyelenggara tersebut menyandang status berizin maupun terdaftar di OJK dan anggota AFPI.

Saat ini, jelas Tumbur, AFPI sebagai asosiasi resmi yang mejalankan fungsi dan peran sebagai self-regulatory organization mewadahi industri Fintech P2P Lending dengan menaungi 144 perusahaan penyelenggara yang berizin dan terdaftar OJK di Indonesia. 

AFPI juga  bermitra dengan OJK dalam memastikan praktik usaha seluruh penyelenggara sesuai dengan Peraturan POJK/77 dan Kode Etik AFPI dengan semangat perlindungan pelanggan.

“Fintech Exhibiton Surabaya 2019 berlangsung hingga hari Minggu, 1 Desember 2019 yang terbuka untuk umum dan mengikuti jam operasional tempat acara.” ungkap Tumbur. (Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below