XL Axiata Bekali Siswa SMA/SMK Hadapi Revolusi Industri 4.0

Posted by: Reply 144 Views

KJ,Makasar – Dalam program pengembangan kepemimpinan dan karakter ‘XL Axiata Youth Leadership Camp (XYLC) 2019’ PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) bekali siswa-siswi SMA/SMK dalam menghadapi industri 4.0. 

Bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia kembali menyelenggarakan program pengembangan kepemimpinan dan karakter “XL Axiata Youth Leadership Camp (XYLC) 2019”. 

Sebanyak total lebih dari 600 siswa setingkat SMA/SMK akan mengikuti program tahunan yang akan berlangsung di enam kota ini. 

Setelah berlangsung di Jakarta dan Semarang, Makassar menjadi kota selanjutnya tempat pelaksanaan program ini dengan dihadiri oleh lebih dari 100 pelajar se-Sulsel. 

Head of Sales XL Axiata area Sulsel dan Sultra, Mozes Haryanto Baottong bersama Sekertaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Setiawan Aswad, M. Dev, Plg, dan Kepala Bidang Informatika Dinas Komunikasi Informatika Sulawesi Selatan, Bapak Badaruddin S.Sos, M.Si secara resmi membuka kegiatan tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/8).

Mozes Haryanto Baottong mengatakan, upaya untuk ikut serta memajukan dunia pendidikan di Indonesia terus kami kembangkan. Karena itu, tahun ini kami memutuskan untuk melanjutkan program XYLC ini dengan kembali menggandeng Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai institusi yang paling berkompeten di bidang ini. 

“Kami juga masih akan menerapkan kurikulum yang dapat membantu para pelajar SMA/SMK menghadapi revolusi industri 4.0, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan soft skill yang belum banyak diajarkan di sekolah formal.”ujarnya dalam siaran pers XL Axiata, Minggu (01/09/19).

Ia menjelasksan, soft skill atau yang dikenal dengan transversal skill merupakan kualitas yang dibutuhkan di semua bidang kerja. Kemampuan ini mencakup kreativitas, imaginasi, intuisi, emosi, dan etik yang sangat bermanfaat dalam membangun interaksi sosial. 

“Program ini telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.” terangnya.

Lebih lanjut Mozes Haryanto menjelaskan, guna menghadapi revolusi industri 4.0 yang saat ini telah berlangsung, ada beberapa kompentensi dasar yang sudah harus dipersiapkan generasi muda Indonesia. 

Dirinya menambahkan, selain berupa hard skills yang sudah banyak diajarkan di sekolah, mereka juga memerlukan soft skills yang akan membantu proses interaksi sosial di semua keahlian. 

Mozes mengungkapkan, hal ini sesuai dengan rumusan World Economic Forum mengenai kemampuan atau soft skills yang perlu dimiliki oleh semua orang saat ini, antara lain kemampuan menyelesaikan permasalahan, berpikir kritis, kolaborasi dan koordinasi, komunikasi, serta kemampuan kognitif yang baik.

“Tujuan utama diadakannya XYLC ini adalah untuk menciptakan generasi muda dengan kualitas daya saing tinggi yang adaptif terhadap perubahan yang sesuai dengan tuntutan era revolusi industri 4.0.” ungkap Mozes.(Tris)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below