Ketua Tim Membongkar Kebusukan Sistem Cuci Otak Di PT.Q-Net

Posted by: Reply 101 Views

KJ, Lumajang –  Kesaksian ini ditulis langsung oleh sebuah akun Facebook yang bernama @Dede Waya di grup Facebook ‘Sahabat MAS’. Dirinya yang mengaku sebagai ‘head team’ Q-NET menyatakan sangat menyesal telah bergabung dalam bisnis tersebut. Padahal dirinya yang telah bergabung dalam Q-NET dalam waktu 2 tahun telah memiliki member sebanyak 25 orang.

Akun Fb @Dede waya menjelaskan kalau seharusnya sesuai dengan isi dalam presentasi dirinya sudah bebas financial bila berhasil merekrut orang hingga 25 member baru.(7/10/2019).

Ditambah lagi dirinya juga telah membeli 3 TC0 (Tracking Center Owner) sekaligus yang bernilai 21 juta Rupiah. Namun nyatanya janji di dalam presentasi hanyalah janji manis belaka. Pasalnya dirinya ‘hanya’ mendapatkan uang $30(setara Rp 450 ribu), sedangkan yang di iming-iming dalam presentasi akan mendapatkan $250 (sekitar Rp 3,750 Ribu). Lantaran merasa dibohongi selama 2 tahun.

Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M Menjelaskan “Konsep Cuci yang dilakukan oleh Q-Net dari PT. Amoeba bersifat terstruktur, Sistematis dan masif.

Kesaksian yang ditulis di grup Facebook Sahabat MAS’ ini bukan sembarang orang yang menulis. Dia adalah salah satu head team (ketua Tim) selama dua tahun dan telah memiliki 25 orang member.

Orang yang sudah memiliki posisi tinggi dan memiliki member sebanyak itu saja mengaku rugi dan merasa dibohongi, apalagi yang baru mendapatkan beberapa member. Dia menceritakan bagaimana konsep kebohongan demi kebohongan yang diajarkan oleh seniornya,  seperti, mengakui sudah mendapatkan keuntungan, padahal masih rugi. Dan konsep tipu-tipu inipun secara turun temurun diajarkan kepada member baru.

Saya himbau kepada masyarakat Indonesia untuk menghindari SKEMA bisnis model Piramida seperti yang di jalankan Q-Net” tegas pria yang menyelesaikan gelar S1 di UNS Solo, S2 di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta serta S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tersebut.

Lanjut putra Makassar tersebut “Perlu di ketahui bahwa Q-Net adalah nama sebuah brand yang digunakan oleh PT. Amoeba Internasional. Keberadaan PT. Amoeba sendiri selalu di sembunyikan oleh para senior membernya, untuk mengelabui aparat hukum. 

Mereka selalu menampilkan nama Q-Net dan PT. QN Internasional Indonesia supaya tambah menyulitkan aparat mengenduskan, karena PT. QN Internasional Indonesia memiliki legalitas hukum yang kuat. Bisa dikatakan mereka menjalankan 2 sistem dalam 1 rumah, dimana saat berhadapan dengan aparat yang diperlihatkan sistem yang sah yang telah berizin.

Tapi dalam menjalankan bisnisnya, yang digunakan adalah model bisnis kotor berupa penerapan skema Piramida dalam pendistribusian barang sebuah konsep yang cerdas, hanya sayangnya digunakan untuk menipu orang-orang kecil” ungkap Muh. Arsal.(ags)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below