Satreskrim Polres Ponorogo Tetapkan Tersangka Pelaku Pembunuhan Bayi

Posted by: Reply 167 Views

KJ,Ponorogo – YS (20), tersangka pelaku pembunuh bayi yang diduga hasil hubungan diluar nikah telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Ponorogo. Penetapan tersangka YS warga Desa Bajang, Kecamatan Mlarak ini disampaikan pada konferensi Pers di Mako Mapolres Ponorogo Rabu 14 April 2021.

“Kejadian pada Desember 2020 lalu. Setelah melalui beberapa rangkaian penyelidikan dan pengumpulan barang bukti yang kami peroleh, hari ini ditetapkan sebagai tersangka,”ucap Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Hendi Septiadi.

Pelaku ditetapkan sebagai tersangka karena perbuatanya yang menyebabkan anak yang baru dilahirkanya meninggal dan dibuang di belakang rumahnya.

Atas perbuatanya tersebut, pelaku dianggap telah melanggar tentang Undang-undang perlindungan anak.

“Karena kondisi maupun kejiwaan pelaku, sehingga tidak dilakukan penahanan. Saat ini baru diberlakukan pengawasan dan yang bersangkutan diwajibkan lapor rutin ke Satreskrim Polres Ponorogo. Pelaku sendiri selama proses penyidikan selalu bersikap kooperarif,”terang AKP Hendi.

Terhadap pelaku dikenakan pasal 80 ayat 3 ayat 4 Jo pasal 76C UU RI, nomor 35 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman antara 5 sampai dengan 10 tahun penjara.

Kronolagis kejadianya,
Pada hari Selasa tanggal 29 Desember 2020 sekitar pukul 02.30 WIB, di dalam sebuah kamar mandi di Dkh. Caru RT/RW 002/002 Ds. Bajang Kec. Mlarak Kab. Tersangka melahirkan bayi dengan jenis kelamin perempuan. Saat lahir kondisi bayi dalam keadaan hidup dan menangis.

Tersangka menerangkan bahwa bayi tersebut merupakan hasil hubungan diluar nikah antara terlapor dengan pacarnya, dan selama hamil tidak ada orang lain yang mengetahuinya termasuk keluarganya.

Menurut tersangka dalam proses persalinan bayinya tersebut tidak meminta bantuan kepada siapapun karena merasa malu dan takut ketahuan karena telah hamil di luar nikah. Ia menerangkan bahwa proses persalinan bayi tersebut dilakukan sendiri di dalam kamar mandi bagian belakang rumah.

Setelah lahir tersangka mengambil potongan kayu di belakang rumah dan melakukan kekerasan terhadap bayi tersebut dengan cara menggores-goreskan kayu tersebut ke tubuh bayi tersebut.

Setelah itu ia menggendong bayinya keluar dari kamar mandi dan meletakkan bayi tersebut di luar kamar mandi di bagian belakang rumah.
Perbuatan tersebut dilakukan tersangka dengan alasan karena takut bingung dan malu jika ketahuan telah melahirkan seorang bayi diluar nikah, sehingga saat itu yang ada di pikiranya adalah membuat bayi tersebut tidak menangis supaya tidak diketahui orang dan tidak ada yang tahu bahwa terlapor telah melahirkan bayi dari hasil diluar perkawinan. Sehingga kemudian bayi tersebut di ketemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh para saksi- saksi. (az)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below