Melirik Potensi Kampung Anggur di Balen – Bojonegoro

Kabarjagad, Bojonegoro – Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi dan lapangan pekerjaan. Namun, tidak menyurutkan semangat pemuda yang akrab disapa Mas Bowo untuk terus berinovasi.

Petani milenial asal Dusun Medayun RT 02 RW 01 Margomulyo Balen Bojonegoro Jawa Timur ini sukses membudidayakan bibit tanaman anggur impor di desanya.

Dari jerih payahnya, Ia sudah bisa merasakan hasilnya dan mampu menggerakkan dan mengajak warga satu RT setempat untuk berbudidaya tanaman produktif (buah anggur_red), di pekarangan rumah masing-masing hingga bisa dikenal dengan sebutan ‘Kampung Anggur’.

Meskipun otodidak dan tidak memiliki dasar sebagai petani holtikultura, Pemuda ini memilih menekuni budidaya anggur impor di halaman rumahnya dan belakang rumah secara optimal.

Lebih dari 5 varietas tanaman anggur impor dibudidayakan disini-diantaranya jenis anggur yang secara pasaran disebut anggur Julian, Jupiter, Ninel, Mondrop, Black Panther dll.

Mas Bowo mengawali budidaya sejak tahun 2020 tanaman anggur itu, sebelum panen sekalipun sudah bisa menghasilkan uang dari menjual bibit anggur berkisar 50-100 ribuan per pot. Sedangkan untuk bibit yang sudah atau siap berbuah dipatok harga sekitar 1,5 juta. Terbukti, dari pantauan awak media, di Desa Margomulyo ini sudah banyak lalu lalang orang dari luar untuk membeli bibit anggur.

Menurutnya, sebagai Ketua Komunitas Budidaya Anggur di Bojonegoro, Mas Bowo juga pernah didatangi untuk keperluan Study Banding/pelatihan budidaya anggur. Diantaranya datang dari Pemerintahan Desa dari wilayah Rembang dimana tertarik untuk mengembangkan pertanian tanaman anggur inovatif ini di lahan TKD (Tanah Kas Desa).

Kampung anggur ini juga menyapa tamunya yang berkunjung untuk bisa secara langsung memetik buah anggur dengan harga 100 ribu per kilo dimana kalau kita bandingkan harga anggur impor Julian tanpa biji berkisar 300 ribuan di supermarket. Kondisi itu berbanding lurus dengan situasi pandemi, yang mengharuskan usaha lebih banyak digerakkan dalam ruangan atau kebun buatan.

“Selain mudah, hasil yang didapatkan cukup besar,” ungkap mas Bowo bangga.

Pemdes Margomulyo cukup tinggi mengapresiasi keberhasilan warganya dengan menargetkan program kerja di tahun 2023 akan ada penanaman anggur yang disediakan di seputar Embung Desa tersebut.

“Terkait kebutuhan pasar soal buah anggur impor dan juga bibit permintaan pasar cukup tinggi dan belum bisa tercukupi dan tentunya masih sangat menjanjikan sebagai peluang usaha,” papar Mas Bowo dengan didampingi Sekdes Margomulyo itu bangga.(im)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below