Akademisi Jatim Acungkan Jempol Dengan Kinerja Sat PJR Kartasura Polda Jateng

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ihyaul Ulum Dukun Gresik, Mochammad Fail

KJ, Semarang – Kesuksesan Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Polda Jateng Unit 7 Kartasura meringkus kawanan bandit lintas provinsi mengusik perhatian berbagai kalangan.

Seorang akademisi Jawa Timur menyebut, prestasi mereka itu sedikit meluruskan citra kepolisian yang sempat tercoreng akibat ulah petingginya di markas besar (mabes).

Menurut Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ihyaul Ulum Dukun Gresik, Mochammad Fail, ada pesan agama terkait moralitas yang mirip dengan suasana di kepolisian belakangan ini.

“Jika hari ini kalian melakukan keburukan, maka percepatlah atau tutupilah segera dengan perbuatan baik,” ujarnya di Gresik, Kamis (23/7/2020).

Sebelumnya, jajaran Satuan Patroli Jalan Raya Polda Jateng Unit 7 Kartasura menangkap tangan tiga bandit penjarah senilai lebih dari Rp 400 juta. Upaya penangkapan ini tergolong rumit, karena para petugas lapangan harus berkoordinasi lintas provinsi.

Awalnya, informasi dari Sentral Komunikasi (Senkom) Lalu Lintas Jalan Tol Ngawi-Kertosono hanya menyebutkan sebuah mobil yang diduga pelaku pencurian dengan ciri-ciri penyok dan lecet di beberapa bagian itu, masuk gerbang Tol Bandar Kertosono dan meluncur ke Jawa Tengah.

Personil Sat PJR Kartasura yang mendapat informasi itu, langsung bersiaga penuh hingga berhasil mengidentifikasi mobil yang plat nomernya sempat diganti kawanan penjahat tersebut.

Selanjutnya mereka melakukan koordinasi lintas institusi secara menyeluruh dengan Polres Sragen tempat dimana penangkapan terjadi, serta Polres Jombang Polda Jatim, tempat kejadian perkara (TKP) kasus pencurian uang.

Fail mengaku salut atas cepatnya polisi merespon laporan korban dan meringkus kawanan penjahat yang sudah terlanjur kabur jauh hingga keluar provinsi tersebut. Sinergi lintas daerah yang Jateng-Jatim itu, kata dia, patut mendapat apresiasi.

Pada saat bersamaan, pihaknya juga berharap agar kapolri meningkatkan komunikasi massa untuk menyampaikan pesan asling mengontrol tugas, melindungi, mengayomi dan melayani tanpa korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Senada dengan itu, kalangan psikolog menyebut para personil PJR itulah yang sesungguhnya menjadi penjaga hukum yang setia menjalaninya.

Mereka kemudian membandingkan dengan keterlibatan tiga jenderal polisi yang memberi hak-hak istimewa kepada penjahat kelas jumbo, Djoko S Tjandra.

Menurut Psikolog Founder of Rumah Pemberdayaan, Th Dewi Setyorini, kasus Djoko S Tjandra ini menjadikan hukum diinjak-injak oleh aparat negara tepat di jantung Mabes Polri. “Sebagai institusi penegak hukum, kepolisian RI dalam kasus Djoko S Tjandra menjadi pihak yang paling dipertanyakan kesungguhannya dalam menegakkan hukum,” ujarnya.

Sebaliknya di Kartasura, kata dia, anggota polisi berpangkat rendah, dengan kesadarannya justru menyuguhkan kinerja yang sangat bagus. Wajar, kata dia, jika mereka selaku garda terdepan di lingkungan Ditlantas Polda Jateng ini mendapat apresiasi dan penghargaan.

Berbeda dengan ketiga jendral Mabes Polri yang layak dihujat, menurut Dewi, prestasi anggota Sat PJR itu terbukti sukses mengimplementasikan konsep Polisi Candi dan Polisi Hadir yang dirumuskan Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat.

Saat peran leader di lingkungan Mabes Polri digugat karena tak hadir sebagai pribadi unggul, apa yang dilakukan Dirlantas Polda Jateng dan jajaran di bawahnya itu telah menjadi seteguk air di tengah kegersangan.

“Dia menjadi contoh riil seorang leader yang bersedia hadir dan lebur sebagai pribadi yang mengejawantah dalam kehidupan riil keseharian,” ujarnya.

Polantas Candi yang digulirkan dirlantas itu merupakan sebuah akronim dari Cerdas, Agamis, Negosiator, Dedikasi, dan Inovatif. Sedangkan Polantas Hadir adalah akronim dari Humanis, Antisipatif, Disiplin, Inisiatif, dan Responsif yang sedang berusaha diterapkan seluruh jajaran Polantas di provinsi tersebut.(Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below