Atasi Jalan Rusak Ploso, Pemkab Jombang Ambil Langkah Ini

Foto: Bupati Jombang Mundjidah Wahab (tengah).

KJ, Jombang – Bupati Mundjidah Wahab didampingi Pj. Sekda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Perkim, PUPR, Dishub, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup memberikan keterangan pers kepada wartawan, baik media cetak, online maupun media elektronik di Pendopo Pemkab terkait Pembangunan Jembatan Ploso, Kamis (25/11/2021).

Bupati mengatakan, Pembangunan Jembatan Ploso adalah salah satu proyek strategis nasional. “Hal ini patut kita syukuri karena dalam situasi perekonomian yang belum stabil akibat adanya pandemi Covid-19, pembangunan nya baru terlaksana tahun 2021 ini.

“Kita ketahui, Jembatan Ploso merupakan jembatan penghubung antar Kabupaten Jombang dan beberapa kabupaten yang berada di sebelah Utara”, ujarnya mengawali keterangan nya.

Pembangunan ini akan mendukung kegiatan perekonomian di wilayah Kabupaten Jombang, khususnya wilayah Utara Brantas yang akan menjadi kawasan industri. Dalam pelaksanaan pembangunan nya, memang diperlukan penutupan akses jalan menuju jembatan, sehingga membutuhkan ruas jalan alternatif, tutur Bupati Mundjidah.

Menurutnya, dalam rapat koordinasi dengan pihak terkait, telah ditentukan tiga jalur alternatif sebagai penghubung antar Kabupaten Jombang dan Kabupaten Mojokerto, yaitu ruas jalan Kabuh–Tapen, Bawangan-Ploso, dan ruas jalan Ploso-Pasar Ploso. Namun pada prakteknya, ketiga ruas jalan alternatif (yang merupakan jalan Kabupaten dengan konstruksi jalan kelas III c tersebut), dilalui oleh berbagai jenis kendaraan berat.

Hal itu berdampak terjadinya kerusakan jalan, keadaan ini diperparah dengan adanya intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa minggu terakhir. Karena kondisi kerusakan yang sangat parah tidak dapat dilakukan perbaikan dengan metode pemeliharaan rutin jalan, kami hanya dapat melakukan metode rekonstruksi jalan.

Dengan kondisi tersebut, mengakibatkan penurunan dan terhambatnya kegiatan perekonomian masyarakat serta mengganggu aktifitas masyarakat di sekitar lokasi. Kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait, ungkapnya.

Terakhir kami koordinasikan pada hari Rabu tanggal 24 November 2021 kemarin dengan menghasilkan kesepakatan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jombang berbagi peran dengan BBPJN, Dinas PU Bina Marga Provinsi, dan Dinas Perhubungan Jombang.

Lanjut Bupati, telah melakukan penanganan darurat untuk mengatasi kerusakan jalan yang digunakan sebagai jalur alternatif akibat pembangunan Jembatan Ploso. Satker Balai Besar Wilayah IV menyatakan siap memberikan bantuan material coldmix sebanyak 116 ton (4.640 sak). PPK Proyek Pembangunan Jembatan Ploso menyatakan telah dilakukan pembukaan arus lalu lintas (open traffic) pada ruas jalan Provinsi, sehingga kendaraan bertonase besar tidak lagi melintas di jalur alternatif, lanjutnya.

UPT Bina Marga Provinsi Jawa Timur menyarankan agar membuat rambu larangan bagi kendaraan bertonase besar untuk melintas di jalan kabupaten dan diharapkan adanya pengawasan PT. Waskita Karya Tbk dengan bersedia memberikan dukungan alat berat untuk pelaksanaan perbaikan jalan.

“Dinas Perhubungan menyarankan pemasangan rambu-rambu petunjuk darurat dalam bentuk banner berupa larangan bagi kendaraan bertonase besar untuk tidak melintasi di jalan tersebut. Bupati Jombang berharap, permasalahan yang terjadi dapat segera terselesaikan dengan cepat, sehingga arus lalu lintas dan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi kerusakan jalan dapat kembali normal” tutup Bupati Mundjidah. (ash).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below