Bupati Ipong Tegaskan Ponorogo Negatif Corona

Bupati Ponorogo Drs H Ipong Muchlissoni beserta Jajaran Pemerintah Daerah Ponorogo saat jumpa pers terkait Corona.(Foto Agus Zahid)

KJ, Ponorogo – Bupati Ponorogo Drs H Ipong Muchlissoni menyatakan bahwa Ponorogo saat ini masih terbebas dari virus covid -19 atau corona. Karena itu, Ponorogo tidak perlu melakukan lock down. Namun untuk melindungi warga Ponorogo dari ancaman virus berbahaya itu. Pemerintah Kabupaten Ponorogo beserta jajaranya mengeluarkan kebijakan tegas untuk mengantisipasi masuknya wabah Pandemi ke Bumi Reog yang didirikan oleh Raden Batoro Katong itu. “Berdasarkan penelitian, pemeriksaan dan rekomendasi dari dokter, Ponorogo negative corona, mudah-mudahan terus negative, Dan ini menunjukkan bahwa Alhamdulillah warga masyarakat Ponorogo sehat,” terang Bupati Ipong pada jumpa pers Jumat di Rumah Dinas Bupati Jalan Alon-alon Utara No. 1 (Pringgitan) Kota Ponorogo, 27 Maret 2020, kemarin.

Bupati menjelaskan, dalam rangka menjaga dan melindungi warga masyarakat Ponorogo. Pihaknya telah melakukan kebijakan-kebijakan penting agar masyarajat Ponorogo tidak terkena virus corona. Kebijakan tersebut antara lain, meliburkan sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta (dilingkungan Pesantren dan madrasah), sejak mulai dari Paud sampai pendidikan menengah atas atau SMA. “Sejak tanggal 16 Maret kemarin kita liburkan, yang seharusnya masuk tanggal 31 Maret kita perpanjang sampai tanggal 5 April. Untuk pesantren kita minta melakukan lock down, proses belajar –mengajar tetap jalan, tapi tidak ada wali santri yang menjenguk. Kami juga membuat protokoler bagi Ponpes yang memulangkan santrinya harus dijemput orang tuanya sendiri menggunakan sepeda motor dan berada di luar pagar pesantren. Kemudian bagi santri yang bukan orang Ponorogo tidak boleh dijemput oleh orang tuanya, namun pihak Pondok yang menyediakan armada untuk memulangkan, seperti yang di lakukan Pondok Mayak hari ini (Jumat,kemarin), adapun khusus Pondok Gontor melakukan lock down.” jelas Bupati Ipong.

Seluruh pegawai negeri diminta tidak melakukan kunker ke daerah lain dan jika sangat diperlukan harus melalui ijin Bupati atau setidak-tidaknya ijin atasanya, kemudian dilaporkan kepada Bupati. Khusus pegawai Ponorogo yang dari Magetan dan Madiun tidak boleh pulang, mereka diminta mencari penginapan atau kos yang dekat dengan tempat kerjanya. “Kalau tidak mau, tidak usah masuk sekalian,” ucap Bupati Ipong.
Kebijakan berikutnya, lanjut Bupati, guna menenangkan warga masyarakat Ponorogo, pihaknya melakukan perlindungan terhadap warganya, dengan mendirikan pos pemeriksaan suhu terhadap warga yang memasuki wilayah Ponorogo. Pos pemeriksaan itu, antara lain di Mlilir perbatasan Madiun, Pangkal Sawoo perbatasan Trenggalek, Biting Badegan perbatasan Wonogiri, Sampung , Gedung Banteng Sukorejo perbatasan Magetan, Tugurejo Slahung perbatasan Pacitan dan ditambah satu lagi di Sukosari Kecamatan Babadan.

Dan pos tersebut akan dilengkapi alat chamber untuk seterilisasi seseorang terutama yang datang dari luar daerah seperti Magetan, Madiun, Kediri, Blitar, Malang, Surabaya, Solo, Jogjakarta, Bogor dan Jakarta. “Terkait pemeriksaan suhu bagi warga lain yang dikerahui suhunya 37,5 derajat, langsung kita pulangkan, tidak ada dana, kita kasih ongkos pulang, namun bagi warga Ponorogo kita rujuk ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan. Kemudian bagi orang dari luar kota yang masuk ke Ponorogo harus diperiksa melalui cember, kalau tidak mau diperiksa kita tolak masuk ke Ponorogo. Hal ini kita lakukan untuk melindungi warga masyarakat Ponorogo,” terang Bupati Yang dikenal tegas dan dicintai rakyatnya ini.

Bupati menandaskan, kebijakan lainya adalan untuk sementara waktu semua tempat-tempat hiburan, tempat wisata harus tutup. Warung boleh buka namun dibatasi hanya sampai jam 22.00 WIB malam. Kemudian melakukan seterilisasi tempat –tempat umum dan tempat ibadah seperti masjid, pasar dan lain lain dengan melakukan penyemprotan disinfektan yang kemudian kebijakan ini telah diikuti oleh semua jajaran termasuk pemdes di seluruh Ponorogo. Begitu juga dengan pasar hewan juga harus ditutup karena tempat bertemunya orang orang banyak baik dari dalam maupun luar Ponorogo. Terkait dengan muatan material tambang juga untuk sementara waktu juga diminta berhenti tidak melakukan pengangkutan lagi.

“Masyarakat hendaknya tenang, kita (Pemkab) hadir melindungi kalian semua dari virus corona. Dengan adanya ODR tidak menunjukan adanya virus corona di Ponorogo. Namun dengan adanya ODR menunjukan bahwa kita kerja . karena data ODR ditemukan dengan cara bekerja keras memeriksa orang orang kita (Ponorogo) yang pulang dari luar negeri maupun luar kota. Ponorogo negative Corono semoga sampai nanti tidak ada virus Corona,” pungkas Bupati Ipong mengakhiri.
Perlu di ketahui, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyediakan anggaran Rp 10, 5 Milyar untuk membentu korban terdampak soal virus corona. Dan kebijakan segala ansuran baik perbankan maupun yang lain dapat dikordinasikan dengan baik.(Agus Zahid)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below