Cegah Penyebaran Covid-19 Di Jombang Dengan Pembentukan Kampung Tangguh Semeru

KJ, Jombang – Forkopimda Kabupaten Jombang resmikan kampung Tangguh semeru dan kawasan hutan tangguh di kantor Desa Asemgede Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur, Rabu (8/7/2020) siang.

Hadir dalam peresmian tersebut diantaranya, Bupati Jombang, Kapolres Jombang, Kasdim 0814 Jombang, Kasat Resnarkoba Polres Jombang, Kasat Binmas Polres Jombang, Kadisdik, Kalaksa BPBD, Kabag Humprot, Camat Ngusikan, Kapolsek, Danramil, Perhutani KKPH Mojokerto (Suratno), Kepala Desa Asemgede dan Kepala Desa se kecamatan Ngusikan.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mendoakan semoga Desa Asemgede dijauhkan dari Covid-19, dijauhkan dari musibah. Dengan adanya kawasan hutan di Desa Asemgede ini Insya Allah jadi berkah. Walaupun masyarakatnya berada ditengah hutan, tapi pelaksanaannya dalam sebuah program berjalan dengan baik karena kebersamaan dan kerukunannya, ujarnya saat sambutan.

Dengan semua desa menjadi kampung tangguh, kabupaten Jombang mampu mencegah penyebaran Covid-19. Penduduk Desa Asemgede ini adalah mayoritas petani dan kerjasama dengan Perhutani sehingga dampak Covid-19 ini warga masyarakat Desa Asemgede tidak terasa dalam dampak sosial ekonomi karena masih bisa kerja di pertanian, tutur Bupati Mundjidah.

Ditempat yang sama, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, S.I.K menjelaskan pembentukan kampung tangguh itu secara umum untuk menggugah masyarakat menjaga kampungnya, menjaga dirinya dari penyebaran Covid-19 menjaga disiplin. Tangguh dalam ekonomi, tangguh dalam kesehatan, tangguh dalam keamanan, seperti pembentukan Cek pos untuk masyarakat yang dari luar yang masuk Desa Asemgede dilakukan protokol kesehatan didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Di Kabupaten Jombang sendiri sudah ada 23 desa yang sudah diresmikan sebagai kampung tangguh dan masih ada lagi 40 desa yang nanti tinggal nunggu pemberitahuan dari desa-desa yang lain untuk kita resmikan, jelas Kapolres.

Sementara itu, Kepala Desa Asemgede, Lastinah, mengatakan, Desa Asemgede ini berada di ujung Utara kabupaten Jombang perbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan dan juga Kabupaten Mojokerto yang dikelilingi wilayah hutan yang dalam pengawasan Perhutani. Desa kami memang sangat kecil, jumlah penduduk 900, 6 RT, 2 RW, jumlah Kepala Keluarga 292 dan jumlah wuwung hanya 240 wuwung.

Walaupun ditengah hutan, kami tetap ingin menyamakan diri dengan desa-desa yang lain. Kami memanfaatkan wilayah hutan yang berada dipangkuan perhutani. Di musim pandemi Covid-19 ini, kami masih bisa untuk mencukupi ekonomi kami dengan kreatifitas-kreatifitas warga kami dengan memanfaatkan hasil olahan dari hasil tani, dan mungkin yang tidak punya lahan, kami ikut di lahannya Perhutani. Insya Allah masyarakat kami memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan cara pergi ke ladang, karena mayoritas warga kami petani, jadi setiap pagi ke ladang, pulang sebelum dluhur.

Sebelum dinobatkan sebagai kampung tangguh di pandemi Covid-19 ini, pemerintah menurunkan aturan untuk kami. Tim relawan Desa Asemgede selalu siap siaga, bahkan sampai diterapkan new normal pun kami masih siap siaga dalam mengamankan masyarakat. Para tim relawan tetap jaga di posko dan juga tetap memberikan masukan ke masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan.

Alhamdulillah Desa Asemgede yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan dan Mojokerto yang jalan masuk akses hanya satu arah dan Pak Kapolsek memilih Desa kami untuk ditetapkan sebagai kampung tangguh, pungkas Kades Asemgede.

Pewarta Kabarjagad Agus Situju Haerah

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below