Dirlantas Polda Jateng Tantang Kreator Buat Konten Keselematan Berkendara

Posted by: 327 Views

KJ, Semarang- Dalam rangka memberi edukasi kepada masyarakat tentang berkendaraan yang tertib lalu lintas, Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mengajak para kreator-kreator untuk membuat konten tentang, keselamatan dan tertib berlalu lintas di jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSi mengatakan, untuk bisa menghasilkan konten bertema keselamatan berkendara, untuk membantu mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar.

“Tantangan itu dilontarkan melihat masih minimnya konten berupa tips berkendara yang aman di youtube, sementara platform tersebut banyak menjadi rujukan masyarakat.”ujarnya kepada media, Jumat (03/07/20).

Dirinya menambahkan, saya tantang para konten kreator yang ada untuk membuat konten yang bisa mengedukasi bagaimana berkendara yang aman bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Juga kepada klub-klub motor yang ada, ayo kita bagikan pengalaman tentang keselamatan berkendara kepada masyarakat.

Kombes Pol Arman Achdiat melihat, saat ini materi pembelajaran tentang keamanan berkendara masih sangat terbatas. Pendidikan singkat seperti kursus pun baru ada untuk mengemudi mobil.

“Nyaris tidak ada lembaga pendidikan kursus untuk pengendara sepeda motor. Padahal keduanya sama-sama kendaraan bermotor, bahkan sepeda motor populasinya lebih banyak dari mobil. “Kelihatannya sepele, tapi ini menyangkut keselamatan di jalan,” tutur dia.
Dia mengungkapkan, jumlah pengguna kendaraan bermotor terus naik dari tahun ke tahun. Konsekuensinya, dengan bertambahnya pengguna kendaraan bermotor, pasti diperlukan medium belajar yang lebih beragam baik dari segi isi, cara penyajian maupun mediumnya.

”Ini peluang menarik bagi para konten kreator untuk berperan membagikan pengetahuan berlalu lintas kepada masyarakat,”kata Arman.

Menurut dia, saat ini pengetahuan dan ketrampilan berkendara sebagian besar diperoleh masyarakat secara otodidak. Proses belajar dilakukan dengan mencoba secara langsung secara sendiri maupun dengan bantuan anggota keluarga dan orang lain yang sudah memiliki pengalaman. Karena itu, kemampuan dan ketrampilan yang dihasilkan menjadi sangat spesifik.

Pengalaman dan pengetahuan itu, jika dibagikan secara luas, akan menjadi pengetahuan bersama yang akan makin lengkap dengan adanya respons dan tanggapan dari warga masyarakat lainnya.

Perwira menengah Polri ini berpendapat model pembelajaran interaktif di masyarakat tentang pengetahuan dan etika berkendara bisa membantu mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar.

Arman menyitir model N3 yang dibuat tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara, sebagai sesuai yang masih relevan.

“Metode tiga N yaitu Niteni, Nirokake, Nambahi yang dalam bahasa sekarang itu Amati, Tiru dan Modifikasi pembelajaran yang di Taman Siswa yang masih relevan dipakai,” ungkapnya.

Ditanya kenapa tidak dibuat lomba untuk pembuatan konten youtube bertema pengetahuan dan etika berlalu lintas, Arman mengatakan ingin memilih yang lebih cair dan tidak formal dulu supaya partisipasi masyarakat bisa maksimal. Yang pasti, tambah dia, Ditlantas Polda Jateng akan mengapresiasi konten edukasi yang ada dengan bentuk yang relevan.

“Kami akan berikan apresiasi yang menariklah. Soal itu tidak usah khawatir. Pokoknya ada aja,” tuturnya setengah berkelakar.(Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below