Hari Anti Narkoba Internasional Sadar, Sehat, Produktif Dan Bahagia Dengan Pasar Murah GMDM

KJ, Jombang – Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2020 yang diperingati setiap tanggal 26 Juni, Bakornas GMDM, Badan Koordinasi Nasional, Gerakan Mencegah daripada Mengobati  Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah hidup sehat tanpa narkoba di Desa Blimbing, Kecamatan Gudo, Jum’at (3/7/2020).

Hadir dalam kegiatan Pasar Murah GMDM tersebut, Sekretaris Jendral Bakornas GMDM, Sekretaris GMDM Provinsi Jawa Timur, Camat Gudo, Kasat Resnarkoba Polres Jombang, Kapolsek Gudo, Danramil Gudo, Kepala Desa Blimbing serta Pengurus GMDM Kabupaten Jombang.

Camat Gudo, Thomson Pranggono dalam acara pembukaannya berharap dengan diadakannya Pasar Murah GMDM ini, bisa mencegah peredaran narkoba yang ada di wilayah Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang pada khususnya dan pada umumnya untuk seluruh wilayah kesatuan Republik Indonesia, ucapnya.

Apa yang ada di motto GMDM menolak narkoba, selamatkan anak bangsa, mudah-mudahan seluruh anak bangsa bisa terhindar dari narkoba dan seluruh anak bangsa menjadi anak-anak yang cerdas berguna bagi bangsa negara agama orang tua dan semuanya, ujar Camat Gudo.

Ditempat yang sama, Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Mochamad Mukid, S.H mengatakan kalau tersangka narkoba rata-rata berasal dari luar Kabupaten Jombang. Ada dari Pasuruan, Malang, Mojokerto, Gresik, Madiun dan yang paling besar kemarin dari Surabaya ada setengah kilogram sabu kami tangkap.

Kami sangat mendukung GMDM Demi Jombang yang berkarakter dan berdaya saing serta bersih dari narkoba, kami siap mendukung GMDM, apapun kegiatannya. Demi Kabupaten Jombang yang bersih dari narkoba. Saya sepakat, tutur AKP Mukid.

Sementara itu, Sekjen Bakornas GMDM Fernando Sihombing dalam wawancaranya ke pewarta Kabarjagad menjelaskan, GMDM mempunyai tugas untuk memberi edukasi kepada masyarakat, generasi muda, minimal keluarganya terkait narkoba dan membantu pemerintah dan aparat penegak hukum dalam penyalahgunaan narkoba dan melakukan rehabilitasi kepada korban atau pengguna narkoba.

Tujuan garda kita bersama-sama membantu pemerintah untuk memberikan edukasi yang baik, edukasi yang benar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ini, dan terlebih dari itu, IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) wajib merehabilitasi pengguna atau penyalahguna, terkecuali bandar atau pengedar itu harus dihukum.

Kita harus pahami bersama bahwa Narkoba ini adalah virus yang paling besar dan paling berbahaya dibandingkan dengan virus Covid-19 dengan angka kematian setiap harinya mencapai 50 sampai 70 orang.

Seperti yang dikatakan Kasat Resnarkoba tadi kalau Lapas Jombang ini paling banyak napinya adalah pengguna narkoba. Bagaimana caranya agar mereka ini, para pengguna ini bisa kembali ke masyarakat yang tujuannya itu kita tidak bisa serta-merta langsung menangkapnya ini kan perlu aturan yang berlaku sesuai dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009. Mereka para pengguna wajib hukumnya untuk di rehabilitasi bukan dipenjara.

Institusi kita wajib merehabilitasi pengguna penyalahguna, tapi kalau bandar tangkap, kalau bisa hukum mati. Tapi kalau pengguna, penyalahguna kami berharap mereka direhabilitasi, harap Sekjen Bakornas GMDM Fernando Sihombing.

Pewarta Kabarjagad Agus Situju Haerah

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below