Hari Ini, di Ponorogo Tambah 10 Kasus Covid-19

Bupati Ponorogo Drs H Ipong Muchlissoni

^Rumah Sakit Mulai Penuh

KJ, Ponorogo – Kasus penyebaran virus Covid-19 di Ponorogo nampaknya masih terus meningkat. Hari ini Rabu 8 Juni 2020, terdapat 10 kasus baru, 6 diantaranya Santri Pondok Pesantren (PP) Gontor, 4 lainya masing –masing tertular dari orang tuanya dan 2 sisanya diduga import case dari daerah zona merah. Dengan demikian kasus covid19 di Kabupaten Ponorogo per hari ini total mencapai 66 orang, sembuh 32 orang, isolasi rumah sakit 29 orang, isolasi mandiri 2 orang dan meninggal dunia 3 orang.

Bupati Ponorogo Drs H Ipong Muchlissoni mengabarkan jika hari ini 6 orang santri PP Gontor di nyatakan positif Covid -19, menyusul 1 orang temanya yang lebih dulu dinyatakan Positif. Pasien tersebut berasal dari berbagai daerah antara lain 2 orang dari Makasar (Sulawesi Selatan), 1 orang dari Manado (Sulawesi Utara), 1 orang dari Banjar (Kalimantan Selatan), 1 orang dari Ternate (Maluku Utara) dan 1 orang lagi dari Gowa (Sulawesi Selatan).

“Mereka datang ke Ponorogo sekitar 3 minggu yang lalu, ke Ponorogo untuk melakukan ujian masuk pondok Gontor. Mereka datang dengan membawa surat keterangan kesehatan tapi tanpa disertai hasil rapid test. Saat pengumuman penerimaan, mereka dinyatakan diterima di Pondok Gontor Cabang Ternate. Untuk persyaratan perjalanan ke Ternate, tangal 2 Juli mereka melakukan pemeriksaan RDT dan dinyatakan reaktif, dan setelah dilakukan pemeriksaan PCR hari ini dinyatakan positif. Selanjutnya mereka akan diisolasi di RSUD dr. Harjono,” terang Bupati Ipong

Masih menurut Bupati, selain 6 kasus tersebut, terdapat juga 4 kasus tambahan positif lainnya, yaitu seorang perempuan, berusia 20 tahun, berasal dari Joresan (Mlarak). Dia adalah anak dari pasien konfirm No. 46 yang sudah meninggal. Setelah bapaknya meninggal, Dinkes melakukan tracing terhadap kontak eratnya, dan hari ini anak perempuannya dinyatakan positif. Sementara 2 anggota keluarga yang lain hasil pemeriksaan PCR belum keluar.

Kemudian pasien berikutnya seorang anak perempuan, 9 tahun, alamat Patihan Kidul (Siman). Dia adalah anak dari pasien No. 49, bagian dari hasil tracing kasus Ronowijayan. Berikutnya lagi sorang perempuan, berusia 27 tahun, asal Bedrug (Pulung). Dia adalah petugas CS di Bandara Juanda Surabaya. 2 minggu yang lalu datang ke Ponorogo. Tangal 3 Juli melakukan RDT untuk kembali ke Surabaya dan didapatkan hasil reaktif. Hari ini keluar hasil PCR positif. Saat ini sedang dilakukan tracing kontak erat.

Yang terakhir seorang perempuan, berusia 25 tahun, berasal dari Desa Lengkong (Sukorejo). Dia melakukan pemeriksaan PCR atas permintaan sendiri untuk keperluan pergi ke Papua, dan hasilnya hari ini dinyatakan Positif . Saat ini sedang dilakukan tracing kontak erat.

“Warga Ponorogo yang saya cintai, dengan kejadian ini, marilah kita semua mengambil pelajaran dan hikmah. Utamanya bagi pesantren-pesantren lain, sebab ternyata rapid test sangat penting untuk dilaksanakan sbg screening / deteksi awal status COVID19 dari masing-masing santri, ustadz ataupun penghuni pondok lainnya,” tutur Bupati.

Bupati menjelaskan, surat keterangan sehat tanpa disertai rapid test tidak mampu menunjukkan, jika pasien terindikasi ada infeksi COVID19 atau tidak dalam tubuh seseorang. Hampir semua penemuan kasus positif diawali dengan rapid test.” Jadi penting sekali rapid bagi siapapun yang datang dari zona merah. Terbukti juga dengan 80 persen yang terkonfirmasi positif di Ponorogo saat ini datang dari zona merah,” tandas Bupati Ipong yang juga politisi Partai Nasdem itu.

Bupati meminta, teruntuk masyarakat Ponorogo pada umumnya, agar waspada, saling menjaga serta mematuhi protocol kesehatan untuk dijadikan sebagai budaya sehari-hari. Sebab, nampaknya saat ini penambahan kasus semakin banyak. Rumah Sakit mulai penuh sehingga hari ini sudah ada pasien konfirm yang dipindahkan ke rumah karantina.

” Mari semakin waspada. Mari saling menjaga. Mari saling mengingatkan.Lakukan protokol kesehatan sebagai budaya sehari – hari.
– sering cuci tangan pakai sabun
– pakai masker ketika berada di tempat umum dan berinteraksi dengan orang lain
– jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi
– tingkatkan imunitas tubuh dengan olahraga dan gembira
– berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua. Aamiin YRA.,”Pungkasnya. (Agus Zahid)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below