Kabarjagad, Lamongan – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Lamongan kembali menghidupkan ruang diskusi antar anggota melalui pertemuan rutin yang digelar di Kedai Kopi Lembah Cinta, Jalan Raya Gunung Pegat, Jaten, Sumuragung, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, Sabtu (29/11/2025).
Sejak pukul 09.00 WIB, suasana pertemuan berlangsung aktif dan interaktif di bawah arahan Ketua PJI Lamongan–Tuban, Ir. Handoyo, yang akrab disapa Bung Hand.
Selain dihadiri jajaran pengurus, kegiatan ini juga melibatkan anggota PJI dari Lamongan dan Tuban. Forum tersebut difokuskan pada beberapa agenda strategis, mulai dari evaluasi kerja organisasi, pemaparan rencana program, hingga penyampaian informasi internal serta penyerapan gagasan dari para anggota.
Dalam sesi evaluasi, Handoyo menyampaikan bahwa PJI Lamongan–Tuban telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dinamika informasi di wilayah Kembangbahu.
Tindak lanjut tersebut diwujudkan melalui kunjungan resmi ke Koramil Kembangbahu yang diterima Danramil Peltu Edi sebagai upaya memperkenalkan eksistensi PJI sekaligus memperluas komunikasi dengan pihak aparat.
Meski berlangsung ringkas, forum menyepakati perlunya pertemuan lanjutan untuk memperdalam pembahasan kerja sama dan penguatan kinerja organisasi di lapangan.
Masuk pada penyampaian program kerja, Handoyo memaparkan langkah awal PJI yang telah resmi melaporkan keberadaan organisasi kepada Kesbangpol Lamongan pada Senin (24/11/2025).
Di hadapan Kepala Bidang Organisasi Kesbangpol, Erlina Marhaeni R., dibahas pula persoalan maraknya oknum yang mengaku wartawan namun tidak memiliki kejelasan media dan bahkan meminta uang kepada perangkat desa.
Fenomena inilah yang kemudian memunculkan ide baru dari PJI, yakni program “PJI Sambang Desa”. Program ini mendapat dukungan penuh dari seluruh peserta pertemuan.
Melalui Sambang Desa, PJI bertekad hadir langsung ke desa-desa di Lamongan dan Tuban untuk memberikan pemahaman mengenai etika jurnalistik dan peran pers yang sesungguhnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu meredam stigma negatif terhadap wartawan sekaligus membangun kerja sama yang sehat antara jurnalis dan pemerintah desa.
Handoyo menegaskan bahwa seluruh anggota akan dilibatkan secara aktif agar penyebaran edukasi berjalan merata dan nyata di lapangan.
Menutup forum, Handoyo menyampaikan amanat dari Ketua Umum DPP PJI, Hartanto Boechori, yang menekankan pentingnya solidaritas dan kekompakan sebagai identitas kuat organisasi.
Dengan lahirnya Sambang Desa, PJI Lamongan–Tuban optimistis mampu memperkuat posisi jurnalis sebagai mitra strategis pemerintah desa dan menjaga kehormatan profesi informasi di mata publik. (az)












