Khidmat di Tengah Empati, Kota Batu Sambut 2026 dengan Doa Bersama dan Refleksi 2025

Wali Kota Batu Nurochman bersama Wawali Heli Suyanto dan Forkompinda serta tokoh lintas agama saat kegiatan doa bersama untuk bencana Aceh dan Sumatera di pendopo Wali Kota Batu. (Ist)

Kabarjagad, Kota Batu – Kota Batu pada malam pergantian tahun 2026 diselimuti suasana syahdu dan penuh empati. Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (31/12) malam, Pemerintah Kota Batu menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk solidaritas atas bencana yang menimpa saudara sebangsa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kegiatan yang bertajuk “Doa Bersama Refleksi 2025 dan Harapan 2026 bersama Forkopimda Kota Batu dan Tokoh Lintas Agama” ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang mengimbau seluruh elemen bangsa untuk merayakan tahun baru secara sederhana dan tidak berlebihan di tengah duka bencana nasional.

Dalam pidato refleksinya, Wali Kota Batu, Nurochman, memaparkan catatan impresif sepanjang tahun 2025. Di tengah tantangan fiskal, Kota Batu justru berhasil mencetak sejarah baru dalam pembangunan manusia dan ekonomi.

“Salah satu fondasi utama pembangunan manusia adalah pendidikan. Kami tetap menjaga komitmen keberpihakan di sektor ini melalui Program 1.000 Sarjana yang telah memberikan beasiswa kepada 273 mahasiswa dengan total anggaran Rp1,34 miliar,” tegas Nurochman.

Tak hanya di sektor pendidikan, ekonomi Kota Batu pun menunjukkan performa “berlari”. Realisasi investasi tercatat menyentuh angka Rp2,33 triliun, melonjak drastis sebesar 69,40 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini membawa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu menembus angka 80,35.

“Capaian ini menempatkan Kota Batu dalam predikat IPM ‘Sangat Tinggi’ bersama tujuh daerah lainnya di Jawa Timur. Pembangunan tidak hanya diukur dari angka ekonomi, melainkan dari kualitas hidup warga yang terus membaik,” tambahnya.

Kesuksesan menjaga kondusivitas malam pergantian tahun juga mendapat apresiasi dari jajaran Forkopimda. Kabag Log Polres Batu, Kompol Supriyanto, menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama keamanan kota wisata ini.

Senada dengan hal tersebut, Danramil Batu, Kapten Arhanud Jumawi, menitipkan harapan besar pada semangat kolektif warga melalui tagline “Mbatu Sae”.

“Semoga di tahun 2026, Kota Batu semakin ‘Sae’ (baik) di segala sektor, baik pembangunan maupun kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Jumawi.

Momen paling menyentuh terjadi saat para pemuka agama, mulai dari Konghucu, Hindu, Budha, Katolik, Kristen, hingga Islam, naik ke podium secara bergantian. Mereka memanjatkan doa khusus bagi pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Pemandangan ini mempertegas identitas Kota Batu sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan solidaritas sosial. Nurochman menutup acara dengan pesan mendalam bagi seluruh jajarannya.

“Mari menyongsong 2026 dengan bekerja lebih jujur, disiplin, dan berpihak pada masyarakat. Semoga Tuhan menjaga Kota Batu dalam kedamaian dan menguatkan langkah kita menuju Mbatu Sae, Sedoyo Sae,” pungkasnya. (fr)

Bagikan

Tinggalkan Balasan