Ketua Umum PABERSI Kota Malang, Sony Rudiwiyanto saat memberikan sambutannya dalam kegiatan Workshop Pelatih Angkat Berat Provinsi Level-1 di Kota Malang. (Fur/kabarjagad)
Kabarjagad, Kota Malang – Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Jawa Timur menunjukkan komitmen serius dalam memajukan olahraga angkat berat. Bertempat di Aula Gedung Dinas Pendidikan Kota Malang, pada Sabtu (29/11/2025), PABERSI Jatim sukses menggelar “Workshop Pelatih Angkat Berat Provinsi Level-1”. Acara ini dibanjiri antusiasme luar biasa dari pegiat angkat berat se-Jawa Timur.
Workshop strategis yang terselenggara berkat kolaborasi apik pengurus PABERSI ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mewakili Wali Kota Malang.
Ketua Umum PABERSI Kota Malang, Sony Rudiwiyanto, mengungkapkan rasa bangganya atas suksesnya penyelenggaraan perdana ini. Sebanyak 65 peserta dari sekitar 7 hingga 8 kota di Jawa Timur tercatat mengikuti pelatihan ini.
“Hari ini PABERSI Kota Malang mengadakan pelatihan pelatih level 1 seluruh Jawa Timur. Antusiasnya luar biasa, sebetulnya kalau tidak dibatasi mungkin bisa lebih banyak,” ujar Sony.
Keterbatasan kuota dan mepetnya persiapan disebut menjadi alasan pembatasan jumlah peserta, namun hal ini tidak mengurangi apresiasi Sony. “Saya salut dan angkat topi buat teman-teman PABERSI yang selalu optimis, dan selalu komunikasi serta koordinasi dengan baik, akhirnya hari ini terselenggara dengan benar,” tambahnya.
Sony Rudiwiyanto menegaskan, tujuan pokok dari kegiatan ini sangat jelas dan terukur. “Tujuannya yakni akan menelurkan pelatih yang lebih kompeten. Pelatih yang kompeten ke depannya akan melahirkan atlet-atlet yang berprestasi, khususnya di Kota Malang dan di Jawa Timur,” tegasnya.
Visi besar ini didukung dengan fakta bahwa angkat berat Kota Malang baru saja mencetak prestasi gemilang di ajang PORPROV dengan perolehan 3 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu.
Yang menarik, PABERSI juga secara aktif mengundang perwakilan dari sekolah-sekolah di Kota Malang, baik dari tingkat SD maupun SMP. Langkah ini diambil untuk menjaring bibit atlet sejak dini, mengingat cabang olahraga angkat berat idealnya dimulai pada usia 13 tahun ke atas.
Sony juga meluruskan stigma negatif yang sering melekat pada angkat berat. “Angkat berat itu tidak seperti mindset orang, bahwasannya angkat berat itu nanti tubuhnya bisa tidak tinggi dan lain-lain. Mindset itu tidak ada sebetulnya,” jelasnya, menekankan pentingnya edukasi yang benar.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Roni, menjelaskan bahwa workshop satu hari penuh ini berfokus pada materi penting seperti metode pengangkatan yang benar. Pengetahuan ini diharapkan dapat ditularkan ke gym-gym dan sekolah sebagai basis pembinaan.
Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyampaikan apresiasi dedikasi dan terselenggaranya workshop yang sehat ini. Ia menyoroti nilai strategis agenda ini bagi visi pembangunan Kota Malang.
“Bagi Komunitas Kota Malang, agenda-agenda seperti ini punya satu nilai strategis yang sangat prioritas. Komunitas Kota Malang itu punya Dhasa Bhakti, salah satunya itu Ngalam Tahes (Malang Sehat). Nah, sehat di next level itu adalah prestasi,” kata Erik.
Ia menegaskan bahwa menggalakkan pemahaman tentang latihan beban merupakan salah satu cara Pemerintah Kota Malang untuk mewujudkan warga yang tidak hanya sehat secara umum, tetapi juga sehat hingga mencapai level prestasi tertinggi, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. (Fr)












