Perbincangan santai bersama Wawali Kota Batu Heli Suyanto (kanan) didampingi Kadisparta Kota Batu Onny Ardianto dan para delegasi dalam Welcome Diner ASEAN Culture Landscape. (Ist)
Kabarjagad, Kota Batu – Dalam acara Welcome Diner ASEAN Culture Landscape yang digelar di El Hotel, Kamis (28/8/2025) malam, Pemerintah Kota Batu menekankan bahwa lanskap memiliki makna lebih dari sekadar visual. Melalui sambutan yang diwakili oleh Wakil Wali Kota, Heli Suyanto, Kota Batu menegaskan komitmennya untuk menjadi kota warisan budaya yang maju dan berdaya saing, dengan menempatkan pelestarian identitas budaya sebagai nilai utama pembangunan.
“Acara ini adalah peluang untuk memperkuat kerja sama regional sekaligus menjadi wadah saling memahami, belajar, dan membangun jejaring lintas negara. Kami juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan momentum ini, tidak hanya sebagai ajang akademik, tetapi juga untuk menikmati keindahan dan keramahan Kota Batu,” tutur Wakil Wali Kota.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Heli Suyanto menyampaikan pesan dari Wali Kota Batu, Nurochman, bahwa lanskap bukan sekadar rujukan fisik atau ekspresi seni, melainkan identitas kolektif dan penghubung antar generasi.
“Budaya dan lanskap membentuk siapa kita serta mengingatkan dari mana kita berasal. Organisasi, industrialisasi, dan disrupsi teknologi yang terus berlanjut berpengaruh terhadap warisan budaya. Inilah mengapa forum ICFI dan ASEAN Forum Academic menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar ajang akademik, Wakil Wali Kota juga memperkenalkan potensi Kota Batu yang terdiri atas 19 desa dan 5 kelurahan dengan beragam destinasi wisata alam. Dikenal sebagai penghasil sayuran hortikultura terbaik di Jawa, Kota Batu juga memiliki keunikan lain, seperti desa yang terkenal dengan pengolahan susu segar dan pembuatan keju karena memiliki populasi sapi lebih banyak dari warganya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, dan jajaran Wakil Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi, perwakilan Yayasan Bina Patria Nusantara Prof. Dody Wirawan Irawanto, Ketua Yayasan Kebudayaan Internasional (ICF) Korea, Chun Hong Duck, serta Anggota Kongres Nasional Korea ke-20 Ms. Jung Eun Hey.
Dalam sambutannya, Dr. Erwin Ismu Wisnubroto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai kalangan akademisi dan praktisi lintas sektor.
Sebagai bentuk apresiasi dan diplomasi budaya, acara ditutup dengan penyerahan cinderamata batik khas Kota Batu yang akan dibawa ke Korea Selatan. Langkah ini tidak hanya memperkuat jejaring lintas negara, tetapi juga mempromosikan kekayaan budaya lokal di kancah internasional. (fr)