Kegiatan syukuran peletakan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di wilayah Kelurahan Temas. (Ist)
Kabarjagad, Kota Batu – Komitmen Pemerintah Kota Batu dalam memperkuat sendi-sendi ekonomi kerakyatan kembali dipertegas. Senin (5/1/2026), Wali Kota Batu Nurochman, SH., MH., bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto, SH., MH., secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih (KKMP) ke-9 yang berlokasi di Lapangan GOR Perdamaian, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Pembangunan gerai yang berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kebangkitan ekonomi yang dimulai dari desa dan kelurahan. Menggunakan dana yang bersumber dari APBN, proyek ini menggandeng sinergi lintas sektor, di mana pelaksanaannya diamanatkan kepada Komandan Kodim 0818/Malang-Batu.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Batu Nurochman menekankan bahwa tantangan terbesar koperasi saat ini adalah manajemen. Ia mewanti-wanti agar Gerai Merah Putih di Temas dikelola secara profesional, agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Ekonomi yang ingin kita tumbuhkan adalah ekonomi yang dimulai dari akar rumput. Gerai ini harus menjadi agregator pertumbuhan dan ruang interaksi ekonomi warga. Kuncinya satu, dikelola secara profesional, bukan asal-asalan. Harus transparan dan akuntabel agar dampaknya nyata dirasakan masyarakat,” tegas Nurochman.
Nurochman juga berharap, dengan hadirnya gerai Koperasi Merah Putih ini agar rantai distribusi ekonomi menjadi lebih terjangkau dan efisien.
Sementara itu, Lurah Temas, Adi Santoso, ST., MM., SP., mengungkapkan bahwa kehadiran KKMP akan menjadi motor penggerak bagi potensi lokal lainnya. Mengingat Kelurahan Temas memiliki sektor pariwisata berbasis masyarakat, infrastruktur pendukung menjadi prioritas berikutnya.
“Kami mengusulkan pelebaran akses jalan masuk menuju gerai. Rencananya, jalan di depan kantor kelurahan akan diperlebar agar bus pariwisata bisa masuk. Ini penting karena koperasi dan pariwisata harus terintegrasi. Jika aksesnya mudah, wisatawan nyaman, dan produk lokal di koperasi pun laku terjual,” jelas Adi.
Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi nasional Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi yang berasaskan dari, oleh, dan untuk anggota.
Uniknya, prosesi peletakan batu pertama ini diwarnai dengan nuansa kearifan lokal yang kental. Sesaji berupa hasil bumi diletakkan di empat penjuru lokasi sebagai simbol doa dan harapan.
Adi Santoso menjelaskan filosofi mendalam di balik simbol-simbol tersebut. Ada buah pisang (gedang) yang bermakna “jangan berhenti sebelum memberi manfaat”, menggambarkan pohon pisang yang seluruh bagiannya berguna bagi manusia. Selain itu, terdapat tebu yang melambangkan ‘mantebing kalbu’ atau kemantapan hati dalam melayani masyarakat.
“Padi dan jagung juga kami sertakan sebagai representasi kebutuhan pokok. Harapannya, koperasi ini mampu memenuhi segala kebutuhan masyarakat dan menjadi sandaran ekonomi yang jaya di masa depan,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Batu, di antaranya anggota DPRD Kota Batu, Perwakilan Kajari Batu, perwakilan Kapolres Batu, perwakilan Dandim 0818/Malang-Batu. Selain itu juga dihadiri oleh Kepala OPD Pemkot Batu dan Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Temas, serta Ketua RW se-Kelurahan Temas.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan gerai Koperasi Merah Putih ke-9, yang diharapkan segera beroperasi untuk memfasilitasi unit-unit usaha kecil milik warga Temas dan sekitarnya. (Fr)












