Tempat Cuci Tangan Di Kota Jombang Sudah 2 Minggu Kehabisan Sabun

KJ, Jombang – Pemasangan tempat cuci tangan yang dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur adalah upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Pemasangan tempat penampungan berupa tandong yang berisikan air 250 liter yang dilengkapi dengan westafel dan sabun cair untuk cuci tangan. Namun sayang. Pemasangan yang dilakukan oleh Gugus Tugas dibeberapa tempat fasilitas umum seperti Simpang Tiga depan kantor TNI Polisi Militer, depan Borobudur, setelah rel kereta api, taman Makam Pahlawan dan beberapa tempat lainnya rusak dan tidak ada sabunnya, kata Syarif Hidayatullah atau yang biasa disapa Gus Sentot dalam sambungan WhatsApp nya ke media ini, Minggu (21/6/2020) siang.

Menurutnya. Perencanaan kurang matang, karena apapun itu, ini kan menggunakan uang rakyat, artinya kalau sudah menentukan harus direncanakan kedepannya bagaimana, ngisi sopnya bagaimana, bagaimana handsopnya dan lain sebagainya. Tidak hanya beli tandon, sabun namun tidak ada fungsinya, tidak ada gunanya, berarti inikan bisa dikatakan perancangan kurang matang.

Saya berharap ada audit anggaran dan biar tidak Mubazir disumbangkan saja ke pondok-pondok pesantren atau sekolah-sekolah yang membutuhkan tandon, atau mungkin disumbangkan ke Mushallah atau Mesjid, karena memang mayoritas Mushallah, Mesjid juga membutuhkan tandon.

“Dari pada ditengah kota tapi tidak ada pungsinya lebih baik dipindah. Saya berharap tidak ada permainan anggaran lagi, kalau membelikan handsop atau apa saja harus jelas itu. Jangan sampai kesempatan ini digunakan untuk menyalahgunakan kebijakan, bisa jadi karena beli handsop yang mahal dan lain sebagainya, ini kan juga ditakutkan ada tendensi korupsi kalau pembelanjaan dengan harga yang tidak masuk akal,” pungkas Gus Sentot.

Ditempat yang sama, salah seorang warga yang terdengar jelas suaranya dalam video yang diunggah anggota DPRD Partai Demokrat tersebut, menggurutu karena sabun kerap habis dan sudah 2 Minggu ini, cuma ada airnya, sabunnya tidak ada. Jadi kurang bersih cuci tangan kalau tidak ada sabun.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik Gugus Tugas Covid-19  Pemerintah Kabupaten Jombang Miftahul Ulum dalam sambungan selulernya ke pewarta Kabarjagad menjelaskan kalau semua titik yang dipasangi tandon, westafel dan tempat sabun cair, itu kita kontrol 2 (Dua) hari sekali, dan kalau air atau sabunnya habis, kami isi, jelasnya singkat.

Pewarta Kabarjagad Agus Situju Haerah

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below