Kepakkan Sayap Produksi Camilan, Olah Nasi jadi Kerupuk

KJ, Bojonegoro – Nasi menjadi kebutuhan pokok setiap hari. Terkadang, nasi yang tersisa terbuang begitu saja. Daripada mengabaikan sisa nasi yang ada, Hanik, warga Desa Tejo, Kecamatan Kanor, lebih memilih untuk mengolahnya menjadi kerupuk nasi dan menjadikannya sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis. 

Sejak 2008, Hanik telah membuat kerupuk nasi atau kerupuk sego. Produksi kerupuknya sempat berhenti, tapi kemudian anak semata wayangnya mengajaknya untuk kembali membuat olahan kerupuk sego. 

Hingga kini, Hanik tidak hanya membuat kerupuk sego, tetapi juga membuat kemplang. Secara konsisten, kerupuk sego buatan Hanik ini diolah secara alami tanpa menggunakan zat kimia.

Kerupuk sego Hanik sudah mengantongi sertifikat izin P-IRT. Hanik memilih untuk tidak menggunakan borax dalam olahan kerupuknya karena ia pernah mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan dari Dinas Kesehatan pada tahun 2011 silam.

 “Di penyuluhan dari Dinkes itu diberi sosialisasi kalau nggak boleh pakai borax. Seperti bagaimana bahaya borax kalau dicampur di makanan. Akhirnya dari situ, saya benar-benar nggak berani untuk pakai borax. Di pelatihan sudah dibilang untuk tidak boleh menggunakan borax, dan selalu saya ingat kalau pakai itu, ya sama saja membahayakan orang. Memang biasanya kalau nggak dikasih borax teksturnya lebih lengket. Tapi saya berusaha terus untuk dapatkan hasil yang baik tanpa borax,” ungkap wanita berusia 42 tahun itu.

Hanik juga bercerita, dirinya sempat menerima pesanan kerupuk sego membeludak selama Ramadan. Ia menghabiskan satu kwintal beras untuk membuat kerupuk sego. Untuk kendala, Hanik mengaku tergantung cuaca. Sebab proses penjemuran mengandalkan panas matahari untuk memperoleh hasil maksimal. 

Perempuan yang kesehariannya bekerja di salah satu pabrik ini pun mengaku, kerupuk sego tanpa zat kimia mudah basi jika tidak dijemur di cuaca yang benar-benar panas. Untuk itu, pemilihan musim ketika menjemur menjadi hal penting dalam proses produksi kerupuk sego. Sebab berimbas pada ketahanan dan kualitas camilan.  

Kerupuk sego Hanik bisa dijumpai di warung makan sekitar Desa Tejo dengan harga seribu rupiah saja per kemasannya dan Rp35 ribu untuk harga perkilonya. Jika ingin menggorengnya sendiri di rumah, Hanik juga menjual produk mentah siap goreng seharga Rp20 ribu per kg.

Masyarakat yang berminat untuk mencoba kerupuk sego Hanik, bisa pesan di nomor WhatsApp 0858-3081-3955. (im)
 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below