Souffle Cake di Kampung Eropa-nya Kota Madiun

Lapak souffle cake.

Kabarjagad.id, Madiun – Kota Madiun memiliki banyak tempat wisata lokal yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya lokasi Kampung Eropa yang terletak di kawasan Pahlawan Religi Center. Kenapa disebut Kampung Eropa ? Sebab di dalamnya berdiri tegak Miniatur Menara Eiffel serta bangunan – bangunan yang bergaya tempat tinggal khas di benua biru.

Uniknya, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun memanfaatkan rumah-rumahan Eropa itu menjadi sebuah lapak UMKM yang menyediakan beragam penganan produk asli warga setempat. Yang paling menggoda lidah di lokasi ini ada ‘Souffle Cake Madiun’ yang baru saja dibuka pada Sabtu, 25 Maret 2023 kemarin.

Souffle pancake sempat viral di Indonesia beberapa waktu lalu. Penganan khas negeri Sakura ini memiliki tekstur yang lembut dan berperisa manis. Berbahan dasar terigu, telur, gula pasir dan susu cair, pancake lembut ini cocok disajikan untuk mendampingi minum teh.

Souffle Cake Madiun menyediakan beragam pilihan topping yaitu choco regal, vanilla kismis, strawberry crispy ball, cappucino dan banyak varian toping yang menggoda.

Tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam, penikmat cake cukup membayar 18 ribu rupiah saja untuk mendapatkan satu paket pancake lembut ini. Satu kotak berisi dua potong souffle cake.

Proses memasak souffle cake disini yakni fresh by order. Artinya ketika ada pesanan, maka chef baru mulai memanggang. Jadi, dijamin pembeli bisa menikmatinya saat masih hangat.

Tjien Han, pemilik outlet Souffle Cake Madiun mengaku senang bisa turut meramaikan sentra UMKM di Kampung Eropa ini.

“Saya senang bisa bergabung di antara pegiat UMKM lainnya. Dengan begini, bisa memberdayakan warga Kota Madiun,”ujarnya, Minggu (26/3/2023) pagi.

Pria yang akrab disapa Han ini, sengaja memilih souffle pancake menjadi produk andalannya disini. Ia mencoba mengkolaborasikan cita rasa penganan Jepang dengan lokasi setempat yang bernuansa Eropa. Resep souffle cake-nya terinspirasi saat ia berkunjung ke Bali, melihat sajian dessert di hotel yang ia tinggali. Sedikit menengok ke dapur pembuatan, alhasil menciptakan formula sendiri dengan cita rasa lebih unggul.

“Saya waktu di Bali, ada cake kok lembut sekali. Setelah saya lihat harganya mahal sekali,makanya saya ingin menyajikan makanan bintang lima dengan harga yang lebih merakyat,”pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini Pemkot Madiun tengah menggalakkan optimalisasi pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui lapak-lapak di setiap kelurahan.(djr)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below