Antisipasi Banjir, Pemkot Siapkan Delapan Posko Terpadu

Posted by: Reply 162 Views

KJ, Surabaya – Guna mengantisipasi banjir saat musim hujan, Pemkot Surabaya telah membuka 8 Posko Terpadu, dengan 35 pos pantau yang tersebar di beberapa wilayah Kota Surabaya. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, posko terpadu tersebut sebagai langkah cepat untuk mengantisipasi ketika terjadi kejadian-kejadian yang tak diharapkan. 

“Dari jajaran Kasatgas Linmas kelurahan, PMK dan Satpol PP juga kita siapkan dalam rangka menghadapi musim penghujan ini,”ujarnya saat Media Ghatering Pemkot Surabaya di Mako Yontaifib 2 Korps Marinir, Karang Pilang Surabaya, Senin (16/12/19).

Ia menambahkan, yang paling penting diwaspadai oleh masyarakat adalah datangnya angin kencang. Apalagi, saat ini datangnya angin tidak seperti dahulu. Jika empat tahun yang lalu, angin bergerak dari barat ke timur, namun sekarang tidak bisa diprediksi. 

“Kita tidak bisa prediksi arah angin ini, namun ketika ada awan hitam (Cumulonimbus) itu dimana pun kita harus hati-hati,”tegasnya.

Eddy menjelaskan, tahun ini anomali cuaca sangat luar biasa, salah satunya yakni mempengaruhi perubahan iklim di Indonesia, khususnya Kota Surabaya. 

“Hasil koordinasi kami dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), belum bisa dipastikan Surabaya kapan turunnya hujan yang pasti,”terangnya.

Disamping itu, jelas Eddy, ada beberapa pesan dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kepada masyarakat dalam persiapan memasuki musim hujan tersebut. Pertama adalah masyarakat diimbau agar rutin melakukan pengecekan instalasi atau peralatan listrik yang ada di rumah. 

Menurutnya, tahun lalu, walaupun memasuki musim hujan, kebakaran sering kali terjadi. “Hal ini diakibatkan karena konsleting listrik akibat air hujan,” katanya.

Sedangkan yang kedua, lanjut Eddy, ketika berkendara di saat turun hujan, masyarakat juga diimbau agar tidak berteduh di bawah pohon yang rindang, serta baliho-baliho yang besar. 

Karena, ketika datangnya hujan atau air kencang, hal ini dapat berpotensi menyebabkan baliho atau pohon tersebut roboh. “Karena kita tidak tahu poteatu,” imbuhnya.

Eddy menyebut, Wali Kota Risma juga menyarankan kepada para orang tua agar anakdak main air hujan. Sebab, dampak anomali cuaca saat ini membuat kandungan gas monoksida air hujan cukup tinggi.

 “Dahulu hujan menyehatkan, tapi sekarang karena anomali musim, kandungan gas monoksida air hujan cukup tinggi dan berpotensi juga hujan batu yang kecil-kecil. Mohon dihindari anak-anak kita agar menjauh tidak hujan-hujan,” ungkapnya.

Kelima, ujar Eddy, pihaknya juga berpesan, ketika berkendara saat musim hujan, masyarakat juga diharapkan agar tidak berteduh dan parkir di bawah viaduk, fly over, halte atau jembatan penyeberangan orang (JPO). 

“Mohon tidak berteduh di bawah viaduk, atau minimal ketika mau hujan pakai jas hujan dulu. Sehingga tidak menganggu lalu lintas yang lain,” pesannya.

Terkait datangnya musim hujan itu, Eddy juga berpesan kepada seluruh masyarakat Surabaya agar rutin melakukan pengecekan genangan air. Sebab, ketika terjadi genangan air, maka potensi datangnya penyakit itu cukup tinggi. Seperti, gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

 “Tolong dicek semuanya, ketika musim hujan ada penampungan-penampungan itu jangan sampai ada genangan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad juga menyampaikan beberapa langkah agar aman saat berkendara di musim hujan. Pertama, agar melakukan pemeriksaan pada lampu kendaraan apakah berfungsi dengan baik. Kedua, periksa juga kondisi tekanan udara dalam ban secara rutin. 

“Periksa juga kondisi kontrol utama komponen kendaraan anda, yaitu kemudi, pedal, rem, gas maupun kopling, apakah sudah dalam kondisi baik,” kata Irvan.(Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below